Jakarta, CNBC Indonesia - Warga RI dihebohkan dengan video nan diunggah Frankie MacDonald di kanal Youtube miliknya. Dalam video berdurasi tak sampai 1 menit itu, MacDonald mengingatkan agar penduduk RI bersiap menghadapi gempa luar biasa nan berpotensi mengguncang Indonesia sebelum akhir tahun 2026.
Dalam penjelasan profilnya, MacDonald mengaku melakukan reportase berdikari mengenai kondisi cuaca, termasuk laporan cuaca ekstrem seperti angin besar dan topan. Di jagad maya, dia dikenal sebagai pengamat/ mahir meteorologi amatir dari Kanada.
"Live dari Sidney, Nova Scotia (Kanada). Warga Indonesia bersiap menghadapi gempa bumi luar biasa nan bakal mengguncang kapan saja sebelum akhir tahun 2026.
Saya mau semua penduduk Indonesia bersiap bakal gempa dahsyat," kata MacDonald, dikutip dari tayangan video nan diunggah pada 3 September 2026 itu.
Video itu sekarang terpantau sudah ditonton skeitar 6.258 kali, dan disukai 147 kali, mendapat 43 komentar.
"Gempa luar biasa kembali bakal menghantam Indonesia sebelum akhir tahun 2026. nan bakal memicu banyak kerusakan massif, termasuk di Jakarta dan Jawa," katanya lagi.
"Gempa itu bakal berkekuatan M7,0 apalagi M9,0," tambah MacDonald.
Dia pun meminta agar Indonesia segera melakukan training mengenai upaya keselamatan jika terjadi gempa bumi. Dan, agar semua penduduk RI bersiap, dimulai dengan langkah kecil, seperti menyimpan barang-barang dengan kondusif di tempatnya. Termasuk, menyimpan piring-piring/ perabotan, dikunci kondusif di dalam lemari.
"Dan pastikan Anda mempunyai persediaan medis, peralatan dan perlengkapan darurat, senter, lilin, radio dan baterai ekstra, generator, air minum dalam bungkusan juga," katanya.
Dia mengimbau semua penduduk RI selalu pasang mata dan telinga dengan perkembangan nan ada.
Dan, MacDonald pun menegaskan, gempa tidak bisa diprediksi.
"Kita tidak bisa memprediksi gempa. Gempa pasti bakal terjadi tapi Anda kudu selamat dan aman. Jangan sampai Anda terjebak saat gempa bumi terjadi," kata MacDonald.
Lantas, gimana respons otoritas di Indonesia?
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, wilayah Indonesia memang terletak di wilayah nan rawan gempa.
"Sudah acapkali juga kita sosialisasikan. Ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi nan memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," kata Wijayanto.
Merespons prediksi MacDonald nan dikaitkan dengan gempa nan terjadi di Indonesia, Wijayanto menyebutnya sebagai perihal nan kebetulan. Di mana, pada 2 April 2026, MacDonald memprediksi potensi gempa nan bakal mengguncang Indonesia.
Sebagai informasi, pada Kamis 02 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Pantai Barat Daya Pulau Mayau, Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M7,6. Mengutip BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, alias tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 Km arah Barat Laut Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 33 km. Gempa tersebut memicu gempa di sejumlah wilayah, hingga ke Sulawesi Utara.
"Itu kebetulan saja. secara rata-rata di Indonesia terjadi dua kali gempa per tahun dengan magnitudo lebih dari M7,0. Bahkan di 2026 sampai Agustus ini sudah ada dua kali gempa di atas M7,0 ialah di Flores dan Maluku Utara," tegas Wijayanto.
"Indonesia adalah wilayah rawan gempa. Gempa dapat terjadi kapan saja, gempa belum dapat diprediksi kapan dan di mana bakal terjadi secara tepat," tukasnya.
Karena itu, dia mengimbau penduduk RI waspada tapi tetap tenang.
"Masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh info nan belum terverifikasi, khususnya nan beredar melalui media sosial," ucapnya.
"Langkah mitigasi nan dapat dilakukan seperti pengetahuan langkah selamat, langkah evakuasi, perkuatan bangunan, penguatan rambu evakuasi, dan lain-lain. Informasi resmi mengenai peringatan awal tsunami hanya berasal dari BMKG, melalui kanal [website bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, dan @infoBMKG]," tegas Wijayanto.
Pengamat musibah dan cuaca asal Kanada, Frankie MacDonald menyatakan prediksinya bahwa Indonesia berpotensi mengalami gempa besar sebelum akhir 2026. (X/@frankiemacd) Foto: Pengamat musibah dan cuaca asal Kanada, Frankie MacDonald menyatakan prediksinya bahwa Indonesia berpotensi mengalami gempa besar sebelum akhir 2026. (X/@frankiemacd)
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·