Batuk jadi salah satu keluhan nan cukup sering dialami anak. Mendengar si mini batuk berulang kali, apalagi sampai mengganggu tidur malam, tentu bisa bikin orang tua ikut khawatir.
Tapi, Moms, tidak semua batuk pada anak berfaedah kudu langsung diberi obat. Ada beberapa perihal nan perlu dipahami terlebih dahulu, terutama jika batuk nan dialami anak tergolong batuk akut.
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso, Sp.A, M.Kes, batuk akut pada anak paling sering disebabkan oleh jangkitan virus dan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.
“Gejala alamiah ini memerlukan waktu untuk mereda,” jelas dr. Ardi dalam unggahan Instagramnya, Selasa (8/9).
Artinya, selama kondisi anak tetap baik dan tidak menunjukkan tanda bahaya, orang tua bisa membantu membikin anak lebih nyaman sembari memantau perkembangannya.
Tak Perlu Buru-buru Beri Obat Batuk
Saat anak mulai batuk, orang tua mungkin tergoda memberikan obat batuk sirup nan dijual bebas agar gejalanya sigap mereda.
Namun, pemberian obat batuk bebas pada anak sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. dr. Ardi menjelaskan bahwa efektivitas klinis obat batuk sirup bebas pada anak sangat rendah.
Jadi, jangan langsung berasumsi bahwa setiap batuk memerlukan obat, ya, Moms. nan lebih krusial adalah memastikan anak tetap cukup istirahat, mendapatkan cairan nan cukup, dan kondisinya terus dipantau.
Madu Bisa Bantu Redakan Batuk
Ada langkah sederhana nan bisa dilakukan di rumah untuk membantu membikin batuk anak lebih nyaman.
Untuk anak nan sudah berumur lebih dari 1 tahun, madu dapat diberikan untuk membantu mengurangi batuk, termasuk batuk nan muncul pada malam hari.
Riset dari PubMEd menyebut bahwa madu dapat membantu mengurangi gelombang dan indikasi batuk pada anak. Namun, perlu diingat, madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun lantaran adanya akibat botulisme pada bayi.
Selain membantu meredakan gejala, orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan untuk mengurangi akibat penularan virus, terutama jika batuk disebabkan oleh infeksi.
Beberapa kebiasaan nan bisa dilakukan antara lain:
Menggunakan masker saat sedang batuk
Rajin mencuci tangan
Menutup mulut dan hidung saat batuk alias bersin
Kapan Batuk Anak Perlu Diperiksakan?
Meski sebagian besar batuk akut dapat membaik dengan sendirinya, orang tua tetap perlu mengenali tanda-tanda nan memerlukan pemeriksaan dokter. Segera bawa anak ke master jika batuk disertai:
Sulit bernapas alias napas menjadi cepat
Dada alias sela-sela iga tampak tertarik saat bernapas
Bibir alias wajah tampak kebiruan
Mengi alias muncul bunyi napas nan tidak biasa
Anak tampak sangat lemas alias kondisinya semakin memburuk
Selain itu, batuk nan berjalan lebih dari 3 minggu juga sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.
Jadi, saat anak batuk, orang tua tidak perlu langsung panik. Perhatikan kondisi anak secara keseluruhan, bantu redakan gejalanya, dan kenali tanda-tanda kapan si mini memerlukan pertolongan medis.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·