Warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, digegerkan adanya penampakan barang bercahaya di langit. Fenomena itu terjadi pada Sabtu (11/4) malam dan sempat terekam kamera.
Dalam video nan tersebar di sosial media, disebutkan bahwa barang bercahaya itu diduga sebuah rudal.
Menanggapi perihal tersebut, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan bahwa barang bercahaya di langit tersebut bukan sebuah rudal, melainkan sampah antariksa.
"Fenomena langit malam bercahaya mirip rudal nan menggemparkan penduduk (4-12 April 2026) dipastikan bukan senjata, melainkan sampah antariksa alias roket nan terbakar saat masuk atmosfer. Cahaya terang berbentuk ekor ubur-ubur (space jellyfish) ini muncul akibat pantulan sinar mentari pada gas buangan roket," ujar Ricko saat dikonfirmasi, Senin (13/4).
Ricko menyampaikan, kejadian nan terjadi di Kabupaten Malang itu sama halnya seperti nan terlihat di beberapa wilayah di Indonesia beberapa waktu lalu.
"Fenomena ini juga terlihat melintas di langit malam beragam wilayah Indonesia, seperti Lampung (4 April), Natuna (9 April), Sulawesi, dan Kalimantan," ucapnya.
Ia mengatakan, barang bercahaya itu mempunyai pengaruh sinar terang berbentuk ekor ubur-ubur. Sehingga, terlihat mencolok saat melintas di langit pada malam hari.
"Cahaya terlihat memanjang dengan ekor gas nan lebar, sering kali disebabkan oleh roket Tiongkok (seperti Long March CZ-3B) nan memantulkan sinar mentari di ketinggian tinggi saat bumi sudah gelap," katanya.
Ricko mengatakan, kejadian tersebut seringkali melintas di wilayah dekat garis khatulistiwa.
"Fenomena ini sering terjadi di wilayah khatulistiwa lantaran merupakan jalur orbit satelit dan sampah antariksa nan terbakar," ujarnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·