Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |18:26 WIB

BPS (Foto: Okezone)
JAKARTA - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan peningkatan pemahaman dan pemanfaatan jasa finansial oleh masyarakat Indonesia. Kenaikan indeks ini menjadi gambaran bahwa masyarakat kian melek terhadap akses dan pemanfaatan lembaga jasa finansial guna menunjang produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Hasil survei nasional terbaru ini memetakan pertumbuhan positif pada potret literasi finansial masyarakat di tanah air. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren ini didorong oleh penetrasi jasa finansial konvensional maupun syariah nan merata di beragam golongan wilayah.
"Berdasarkan hasil SNLIK tahun 2026, diperoleh bahwa indeks literasi finansial tahun 2026 adalah sebesar 69,57%, nan artinya sekitar 70 dari 100 masyarakat di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam bertemu pers di instansi BPS, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Angka capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,93 persen poin dibandingkan tahun 2025 nan hanya mencatatkan 66,64 persen. Jika dirinci, literasi finansial konvensional mendominasi di nomor 69,57 persen, tumbuh sekitar 2,93 persen pedoman poin dibanding tahun sebelumnya, sementara literasi syariah berada di level 43,07 persen.
Berdasarkan pembagian geografis, tingkat pemahaman finansial di perkotaan tetap relatif lebih tinggi dan tumbuh 1,54 persen poin, namun percepatan signifikan justru terjadi di wilayah pedesaan nan melesat 4,55 persen pedoman poin. Dari aspek jender, indeks literasi antara laki-laki dan wanita sekarang tercatat semakin seimbang seiring dengan peningkatan merata di kedua kelompok.
Amalya menambahkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah SNLIK, pemetaan tingkat provinsi sukses disajikan. Provinsi DKI Jakarta memimpin kemelekan finansial nasional dengan indeks sebesar 85,01 persen, disusul Kalimantan Selatan (79,69 persen), dan Bali (79,47 persen).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·