Jakarta -
Hari Donor Darah Sedunia alias World Blood Donor Day kembali diperingati pada 14 Juni 2026. Peringatan tahunan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi para pendonor darah sukarela sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapan darah nan aman.
Setiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema dan kampanye berbeda untuk membujuk lebih banyak orang berperan-serta dalam donor darah. Lantas, apa tema Hari Donor Darah Sedunia 2026 dan pesan apa nan mau disampaikan melalui peringatan tahun ini?
Tema Hari Donor Darah 2026
Merujuk laman resmi WHO, tema Hari Donor Darah Sedunia 2026 adalah "One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives." Tema tersebut terinspirasi dari pendapat bahwa seluruh nilai kemanusiaan dapat tercermin dalam satu tetes darah nan diberikan untuk membantu sesama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poster Tema Hari Donor Darah Sedunia 2026 (Foto: Dok. WHO)
Melalui kampanye tahun ini, WHO juga mengingatkan bahwa darah nan kondusif tetap berjuntai pada kesediaan masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela dan rutin. Di beragam negara, kebutuhan darah tetap menghadapi tantangan berupa keterbatasan pasokan dan akses nan belum merata.
Menurut WHO, kampanye Hari Donor Darah Sedunia 2026 membawa sejumlah pesan utama, yaitu:
- Mendorong peningkatan jumlah donor darah sukarela dan tanpa penghasilan secara berkelanjutan.
- Meningkatkan kesadaran tentang akibat pengamanan nyawa dari donor darah dan plasma.
- Mengapresiasi kontribusi para pendonor darah bagi sistem kesehatan.
- Menumbuhkan nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap sesama.
- Mengajak pemerintah dan mitra kesehatan memperkuat program pelayanan darah nasional.
- Mendukung akses universal terhadap transfusi darah nan kondusif bagi semua orang.
Selain itu, WHO juga mengangkat aktivitas berjudul "Drop Your Drop" nan membujuk masyarakat dari beragam negara berkomitmen untuk mendonorkan darah dan menjadi bagian dari aktivitas dunia pengamanan nyawa.
Bagaimana Cara Merayakannya?
Peringatan Hari Donor Darah Sedunia turut membujuk masyarakat untuk berperan-serta sesuai keahlian dan kondisi masing-masing. Beberapa langkah nan dapat dilakukan antara lain:
- Mendonorkan darah di unit donor darah alias akomodasi kesehatan nan ditunjuk.
- Mengajak keluarga, teman, dan rekan kerja untuk menjadi pendonor darah.
- Membagikan info kampanye Hari Donor Darah Sedunia melalui media sosial.
- Menggunakan tagar resmi seperti #WorldBloodDonorDay dan #GiveBlood.
- Mengikuti aktivitas donor darah nan diselenggarakan komunitas, rumah sakit, alias organisasi kesehatan.
- Memberikan apresiasi kepada para pendonor darah sukarela dan petugas pelayanan darah.
WHO juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam aktivitas donor darah. Kehadiran pendonor baru dinilai dapat membantu menjaga kesiapan darah nan kondusif dan berkepanjangan pada masa mendatang.
Sejarah dan Tujuan Peringatan
Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Juni. Menurut WHO, tanggal tersebut dipilih untuk menghormati kelahiran intelektual Karl Landsteiner, peraih Hadiah Nobel nan dikenal atas penemuan sistem golongan darah ABO nan menjadi dasar krusial dalam praktik transfusi darah modern.
Peringatan ini diselenggarakan secara dunia untuk memberikan penghargaan kepada jutaan pendonor darah sukarela nan telah membantu menyelamatkan nyawa melalui donor darah. WHO menilai kontribusi para pendonor mempunyai peran krusial dalam mendukung jasa kesehatan di seluruh dunia.
Selain sebagai corak apresiasi, Hari Donor Darah Sedunia bermaksud meningkatkan kesadaran mengenai kebutuhan darah dan produk darah nan aman. WHO juga mendorong setiap negara membangun sistem donor darah nan berkepanjangan agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi kapan pun diperlukan.
(wia/zap)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·