Tim Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) saat memantau langsung kebutuhan pokok dapat terjaga pasokan dan nilai stabil di pasar tradisional di Kota Banjarmasin, belum lama ini.(Dok. Perum Bulog Kalsel)
GUBERNUR Kalimantan Selatan, Muhidin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk tetap tenang dalam menyikapi tren kenaikan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sejumlah komoditas kebutuhan pokok. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa konsentrasi utama saat ini adalah menjamin kesiapan stok pangan di pasar tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhidin di sela Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 di Kantor BPSDMD Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (10/6). Ia menjelaskan bahwa perubahan nilai nan terjadi saat ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi global.
"Kita imbau masyarakat untuk tetap tenang. Meski harga-harga naik termasuk BBM lantaran pengaruh global, pemerintah konsentrasi pada kesiapan kebutuhan pokok. Untuk BBM, nan mengalami kenaikan hanya Pertamax, sedangkan nilai Pertalite tetap normal," ujar Muhidin.
Surplus Beras dan Pengawasan Distribusi
Gubernur memastikan bahwa ketahanan pangan di Kalimantan Selatan tetap dalam kategori aman. Salah satu parameter kuatnya adalah posisi Kalsel nan saat ini tetap mengalami surplus produksi beras, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dipastikan mencukupi.
Namun, perhatian serius diberikan pada aspek pengedaran BBM bersubsidi. Muhidin mengungkapkan adanya temuan praktik penyimpangan nan merugikan masyarakat luas. Satgas BBM telah mengidentifikasi indikasi manipulasi barcode pembelian BBM subsidi di sejumlah SPBU.
"Satgas BBM menemukan indikasi satu mobil bisa membeli BBM subsidi hingga lima kali sehari. Ini bakal segera kita tindak lanjuti berbareng Polda Kalsel dan Pertamina melalui rapat koordinasi untuk memberantas praktik mafia distribusi," tegasnya.
Data Pantauan Harga & Stok Kalsel (Juni 2026):
| BBM Pertalite | Normal | Harga stabil |
| BBM Pertamax | Naik | Dampak nilai global |
| Beras | Surplus | Stok lebih dari cukup |
| Bawang Merah | Rp65.000/kg | Pasokan dari Bima, NTB |
Faktor Distribusi dan Lonjakan Harga Sayur
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, membenarkan adanya lonjakan nilai pada beberapa komoditas seperti jenis sayuran, cabai, dan bawang merah. Menurutnya, kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasca-hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah.
"Sebagian besar kebutuhan pokok tetap didatangkan dari luar Kalsel, sehingga aspek biaya pengedaran nan dipengaruhi nilai BBM sangat berdampak. Saat ini nilai bawang merah mencapai Rp65 ribu per kilogram lantaran didatangkan dari Bima," jelas Ahmad.
Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan lapangan guna memastikan tidak ada penimbunan peralatan nan dapat memperparah kondisi nilai di tingkat konsumen. (DY/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·