Harga Minyak Melandai, Pertamina Lubricants Beri Sinyal Harga Oli Bisa Turun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Program Pertamina Lubricants kawal kenyamanan dan keamanan pemudik Lebaran 2025. Foto: Dok. Pertamina Lubricants

Anak perusahaan Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Lubricants, merespons nilai oli alias pelumas nan melonjak di tengah perang AS dan Iran.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan bahan baku pelumas nan sebagian diimpor memang terdampak lonjakan nilai minyak mentah lantaran dinamika bentrok geopolitik.

Hal ini berujung pada kenaikan nilai produk pelumas, termasuk oli kendaraan, pada semua merek. Terakhir kali perseroan meningkatkan nilai produk pada awal Juli 2026.

"Kenaikan nilai pelumas tidak hanya merek Pertamina Lubricants, tapi secara nasional brand nan lain juga. Kalau di kami sendiri terakhir naik itu di tanggal 2 Juli, sampai sekarang belum naik lagi," ujar Rika saat media visit di Jakarta, Rabu (12/8).

Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi saat Media Visit Production Unit Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Saat ini, kata Rika, Pertamina Lubricants belum berencana meningkatkan kembali nilai produk pelumas. Sebab nilai minyak mentah dunia sudah mulai melandai seiring deeskalasi bentrok AS dan Iran.

"Harapannya justru dengan nilai crude nan mulai trend-nya turun, semoga kami juga serta harapannya bisa menyesuaikan," ucap Rika.

Pada penutupan perdagangan Selasa (11/8), nilai minyak mentah bertengger di atas USD 80 per barel. West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September seharga USD 83,20 per barel, dan minyak Brent untuk penyelesaian Oktober sebesar USD 88,91 per barel.

Rika menuturkan, nilai produk pelumas juga tergantung pada kesiapan pasokan bahan baku serta biaya logistik. Kedua aspek tersebut memang dipengaruhi dinamika bentrok geopolitik global.

Hanya saja, lanjut dia, perusahaan juga tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat dan persaingan dengan kompetitor. Hal ini mengingat pasar pelumas di Indonesia berkarakter persaingan sempurna, di mana terdapat lebih dari 200 merek produsen pelumas nan terdaftar di Indonesia.

Program Pertamina Lubricants kawal kenyamanan dan keamanan pemudik Lebaran 2025. Foto: Dok. Pertamina Lubricants

"Tentunya dalam menentukan pricing pun kami juga mempertimbangkan pasar, artinya konsumen. Kita juga memperhatikan sejauh mana alias sampai mana daya beli dari konsumen kita," kata Rika.

Selain konsentrasi pada pasar domestik, Pertamina Lubricants juga mengekspor produknya hingga ke 16 negara seperti Korea Selatan, China, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia, hingga beberapa negara di Benua Afrika.

Sebelumnya, nilai oli motor terpantau mulai mengalami kenaikan pada awal Juni 2026 ini.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, tak menampik adanya kenaikan nilai pelumas dan suku cadang kendaraan roda dua.

”Oli sudah naik dari April, Mei naik lagi...ya bahan bakunya naik, kemudian kurs (mata duit rupiah) juga sekarang seperti ini (melemah),” kata Sigit kepada kumparan, Selasa (2/6/2026)

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan