Taufik Fajar
, Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |05:38 WIB

BBM Pertamax (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan penetapan nilai BBM nonsubsidi jenis Pertamax series pada 10 Juni 2026 sudah merujuk pada sistem nilai pasar sesuai formula nan telah ditetapkan oleh pemerintah.
Tercatat, nilai Pertamax naik Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari nilai sebelumnya Rp12.300 per liter. Kemudian, nilai Pertamax Green juga naik Rp4.100 menjadi Rp17.000 per liter dari nilai sebelumnya Rp12.900 per liter.
Di sisi lain, Kementerian ESDM memberi sinyal nilai BBM nonsubsidi bakal kembali turun jika nilai minyak bumi turun.
Sebagai gambaran saja, pada perdagangan Jumat 19 Juni 2026, mengutip Reuters, nilai minyak mentah Brent turun 54 sen alias 0,68 persen menjadi USD78,31 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 46 sen alias 0,6 persen menjadi USD76,14 per barel.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta nilai BBM nonsubsidi mengikuti nilai pasar, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
1. Harga Pertamax Ikuti Harga Pasar
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, penjelasan penetapan dan penyesuaian nilai BBM nonsubsidi ini sejalan dengan info nan telah disampaikan pemerintah bahwa Pertamax series merupakan BBM nonsubsidi nan nilai jualnya mengikuti perkembangan parameter pasar sesuai formula nan berlaku.
Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar ditetapkan pemerintah tidak ada perubahan.
"BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk nan nilai jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi nan memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Roberth di Jakarta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·