Tito Tinjau Pelabuhan Maumere, Dorong Mitigasi Potensi Gempa Susulan

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau kondisi Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) nan terdampak gempa bumi nan terjadi pada akhir pekan lalu.

Pada Rabu (19/8), Tito memandang kondisi sarana dan aktivitas pelayanan di pelabuhan berbareng Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA.

Di lokasi, dia menyimak laporan Bupati Sikka nan menyebut sebanyak tiga orang meninggal dunia. Sementara itu, aktivitas pelayanan di Pelabuhan Laurentius Say telah kembali melangkah normal meski sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito mengatakan, berasas keterangan Kepala Syahbandar, operasional pelabuhan tetap melangkah lantaran menggunakan sistem digitalisasi nan mempunyai sistem cadangan. Sistem tersebut memungkinkan pelayanan dialihkan ke tempat sementara andaikan terjadi gangguan jaringan internet.

"Dan keterangan dari Pak Kepala Syahbandar ini operasional tetap berjalan. Kan ada sistem digitalisasinya sudah punya backup. Jadi dapat dialihkan ketika ada internet di tempat sementara," ujar Tito, Rabu (19/8).

Saat ini, jasa embarkasi maupun debarkasi juga telah melangkah normal. Untuk itu, Tito mengapresiasi jejeran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan otoritas pelabuhan nan memastikan kelancaran jasa di tengah kondisi pascagempa.

Di sisi lain, Mendagri mengingatkan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan. Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan dengan skala lebih mini tetap mungkin terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Ia menjelaskan, untuk memastikan keamanan gedung pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal melakukan asesmen setelah kondisi gempa betul-betul stabil. Asesmen diperlukan untuk menentukan langkah penanganan terhadap bagian gedung nan mengalami kerusakan.

"Apakah strukturnya tetap kuat alias tidak. Kalau strukturnya tetap kuat, maka tinggal pembangunan dinding, interior, atap, dan lain-lain. Tapi jika strukturnya tidak kuat, ya mau nggak mau kudu dibongkar agar strukturnya betul-betul kokoh," tutur Tito.

Pada saat bersamaan, Tito juga menyampaikan keprihatinan atas korban jiwa akibat gempa. Ia memastikan pemerintah pusat bakal terus datang berbareng masyarakat terdampak dan mengoptimalkan penanganan pascabencana, sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya lihat sudah banyak sekali kekuatan nan datang ke sini. Kepala BNPB sudah ada di sini, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PU, dan saya dapat info siang ini Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan juga bakal di sini. Kita semua kroyokan untuk membantu," ujarnya.

Selain menangani akibat kerusakan, pemerintah juga bakal melanjutkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari bahan pangan, air minum, listrik, hingga jaringan komunikasi.

Tito menyatakan memahami bahwa sebagian masyarakat tetap mengalami trauma akibat gempa. Karena itu, dia meminta agar masyarakat tidak dipaksakan kembali ke rumah masing-masing selama situasi belum betul-betul stabil.

Menurutnya, pemerintah wilayah perlu memastikan penduduk merasa kondusif sekaligus tetap mendapatkan support selama masa tanggap darurat.

"Jadi jika masyarakat memang ada nan tidur di luar, ya tentu kita kudu bantu dan kita tolong. Kita jangan paksa mereka masuk ke dalam. Karena ini gempa sebulan bisa saja terjadi," pungkas Mendagri.

(rea/rir)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional