Harapan Wagimin Veteran Perang di HUT RI: Jangan Ada Korupsi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Depok - Indonesia telah memasuki usianya ke-81 setelah terbebas dari kolonialisme bangsa asing. Pada peringatan upacara Kemerdekaan Indonesia di Balai Kota Depok, terlihat sejumlah veteran perang turut datang dalam upacara bendera berbareng Forkopimda dan seluruh stake holder Kota Depok.

Salah satu veteran perang TNI, Peltu (Purn) Wagimin tampak datang berbareng rekan sesama veteran TNI dalam upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia di Balai Kota Depok. Wagimin tampak khidmat mengikuti seluruh rangkapan upacara peringatan kemerdekaan hingga selesai.

Usai upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia, Liputan6.com menyempatkan secara singat berkomunikasi Wagimin tentang kemerdekaan Indonesia saat ini dan pada masanya bekerja kesatuan TNI.

Masih terkenang dibenak Wagimin, meskipun Indonesia sudah merdeka namun terdapat gangguan dari negara lain. Wagimin menjadi pasukan TNI sejak 1962 dan mendapatkan tempat penugasan di Kodam Jaya.

"Dulu (tugas) ke Malaysia, (peristiwa) Ganyang Malaysia dulu," ujar Wagimin, Senin (17/8/2026).

Kala Itu, Presiden Indonesia dipimpin Soekarno memberikan perintah melalui Komando Dwikora. Saat itu, Wagimin menjadi salah satu prajurit nan ditugaskan untuk berangkat ke Malaysia pada peristiwa Ganyang Malaysia.

"Dulu saya kesana (Malaysia) dulu, ada dua tahun disana," terang Wagimin.

Meskipun kala itu Wagimin tidak terlibat langsung pada pertempuran, namun perannya sangat dibutuhkan para prajurit TNI nan bertempur melawan Inggris. Wagimin berbareng rekannya berupaya menyuplai amunisi dan senjata untuk prajurit nan bertempur digaris terdepan.

"Jadi kita ngedrop amunisi dan perlengkapan persenjataan menggunakan kapal laut," jelas Wagimin.

Wagimin berupaya menyuplai senjata dan amunisi untuk prajurit nan menjalankan tugas pada peristiwa Dwikora. Sebagai pasukan logistik, bukan perkara mudah untuk memberikan amunisi dan perlengkapan persenjataan untuk prajurit garis depan, dikarenakan memerlukan kalkulasi nan matang.

"Kita masuk kesana ganyang malaysia sembari mengusir Inggris (sekutu Malaysia)," ucap Wagimin.

Selama dua tahun, Wagimin berbareng rekannya berupaya mengirim logistik amunisi dan persenjataan. Bahkan, saat terjadi peristiwa G30 SPKI di Jakarta, Wagimin tidak mengetahui bakal terjadinya peristiwa tersebut nan menewaskan sejumlah Jendral TNI.

"Gak dapat info adanya G30 SPKI lantaran konsentrasi di sana (Malaysia)," ungkap Wagimin.

Seiring berjalannya waktu, pada 1992 Wagimin pensiun dari kesatuan TNI dan mengahabiskan masa tuanya berbareng ke enam cucunya. Pria berumur 85 tahun itu, menilai Kemerdekaan saat ini berbeda dengan perjuangan Kemerdekaan saat bekerja dikesatuan TNI.

"Saat ini kemerdekaannya sudah, tapi adilnya belum, rakyat kita tetap kayak gini, (belum) setara dalam kehidupan," tutur Wagimin.

Wagimin meminta Pemerintah Indonesia saat ini dapat memberikan keadilan kehidupan untuk masyarakat. Tidak hanya itu, pemberantasan korupsi menjadi prioritas nan telah merugikan dan ketidakadilan di masyarakat.

"Ya kita bermohon saja mudah-mudahan bisa terlaksana, jangan ada ruang korupsi," minta Wagimin.

Wagimin turut meminta para pemudah untuk lebih giat dalam menempuh pendidikan untuk kemajuan bangsa. Pemerintah turut diminta untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung kepintaran bangsa.

"Ada perbaikan-perbaikan untuk pelajar sekolah, itu saja," pungkas Wagimin.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita