Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mencopot 14 pejabat Kementerian Pertanian (Kementan). Pencopotan tersebut menyusul adanya dugaan penyimpangan duit dengan nilai miliaran rupiah.
Amran menyebut 14 pejabat nan dicopot terdiri dari pejabat eselon I, eselon II, dan eselon III. Mereka diberhentikan dari jabatannya sementara waktu untuk menjalani pemeriksaan internal.
“Ada 14 kami copot. Ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi kedudukan sementara diperiksa,” kata Amran di instansi Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).
Pemeriksaan Selesai 3 Bulan
Amran menyatakan, pemeriksaan terhadap 14 pejabat tersebut dilakukan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan. Amran memberikan pemisah waktu pemeriksaan maksimal 3 bulan, namun berambisi proses tersebut dapat selesai lebih cepat.
“Pelanggarannya, intinya hubungannya dengan uang, dan ada miliaran nilainya. Ini nilainya kelak total nan jelas miliaran total. Saya beri waktu Irjen mengusut sampai paling lambat 3 bulan, jika bisa 1 bulan selesai,” terangnya.
Menurut Amran, jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya kerugian negara, Kementan bakal menyerahkan kasus tersebut kepada abdi negara penegak hukum.
Namun, jika para pejabat tersebut tidak melanggar, mereka bakal dikembalikan ke kedudukan semula alias apalagi dipromosikan.
“Jadi kita kudu sportif, meritokrasi. Bahkan di antara mereka ada salah satu family dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara,” jelasnya.
Lantik 24 Pejabat Baru
Selain mencopot 14 pejabat, Amran juga melantik pejabat di lingkungan Kementan nan terdiri dari 1 pejabat JPT Madya, 22 pejabat JPT Pratama, serta 1 Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Pelantikan tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja.
“Ini penyegaran dan hukuman,” ucapnya.
Pejabat nan dilantik di antaranya Yudi Sastro sebagai Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian, Ayun Kristiyanto sebagai Kepala Biro Hukum, Indra Zakariya Rayusman sebagai Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Muhammad Sidiq sebagai Direktur Alat dan Mesin Pertanian Prapanen, hingga Ismaya Nita Rianti Parawansa sebagai Direktur Polbangtan Gowa.
Amran berpesan kepada seluruh pejabat nan baru dilantik untuk menjaga integritas dan meningkatkan kinerja.
“Jangan korupsi,jangan kolusi, nepotisme nggak boleh, tingkatkan kinerja,” tutup Amran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·