Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi hujan di Jakarta tetap minim dalam sepekan ke depan. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim tandus nan diperkirakan tetap berjalan hingga sekitar Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Yuni Maharani mengatakan potensi pertumbuhan awan di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan tetap fluktuatif. Khusus wilayah Jakarta, pertumbuhan awan hujan tetap condong minim pada sebagian besar periode tersebut.
"Untuk sepekan ke depan, potensi pertumbuhan awan di wilayah Indonesia tetap fluktuatif," kata Yuni kepada kumparan, Minggu (16/8).
Menurut Yuni, potensi pertumbuhan awan di Jakarta mulai menunjukkan peningkatan pada Selasa (18/8). Saat itu, potensi pertumbuhan awan berada pada kategori sedang.
Potensi tersebut kemudian meningkat pada Rabu (19/8), ialah berada pada kategori sedang hingga tinggi. Namun, pada periode lainnya, potensi pertumbuhan awan di wilayah Jakarta tetap minim.
Meski demikian, BMKG memprakirakan cuaca Jakarta selama sepekan ke depan berada pada kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Sementara secara umum, sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan sedang.
"Potensi Hujan Sedang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca Budi Harsoyo mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk wilayah Jabodetabek sebenarnya telah dilakukan sejak Kamis (13/8).
Menurut Budi, operasi tersebut dilakukan untuk membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah Jakarta nan memburuk. OMC juga diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran rimba di area Gunung Gede Pangrango.
"Sejak tanggal 13 Agustus lampau telah dilakukan modifikasi cuaca untuk wilayah Jabodetabek, untuk membantu memperbaiki kualitas udara di langit Jakarta nan sudah memburuk, sekaligus membantu penanganan kebakaran rimba di Gunung Gede Pangrango," ujar Budi.
Operasi tersebut dipusatkan dari Posko Pondok Cabe dengan support anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Rencana dilakukan hingga 17 Agustus 2026 nanti," kata dia.
Budi mengatakan operasi tersebut telah menghasilkan hujan di sejumlah wilayah. Salah satunya terjadi di Tangerang Selatan dengan intensitas nan dinilai cukup lumayan.
"Kemarin wilayah Tangsel diguyur hujan cukup lumayan. Dua hari lampau di wilayah Pakubuwono juga sempat turun hujan, meskipun sebentar," jelas Budi.
BMKG memperkirakan musim tandus tetap bakal berjalan hingga sekitar Oktober 2026. Puncak musim tandus diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
Selama periode tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan langkah membakar untuk mencegah akibat kebakaran.
Warga juga diminta menjaga kondisi kesehatan selama cuaca panas. Khusus di Jakarta, minimnya hujan dapat turut memperburuk kualitas udara.
Masyarakat disarankan memantau info kualitas udara dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika tingkat polusi tinggi. Penggunaan masker nan memadai juga dianjurkan jika diperlukan.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·