Hampir Setahun Kematian Mahasiswa S3 UB Masih Misterius, 49 Saksi Diperiksa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Proses pemindahan jasad di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu, 20 November 2025. Foto: kumparan

Polisi tetap terus mengusut kematian mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Kavana Hafil Kusuma, di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu. Sudah nyaris setahun sejak jasadnya ditemukan pada 20 November 2025, kasus tersebut tetap belum terungkap.

Polisi hingga sekarang telah meminta keterangan 49 orang mengenai kematian korban.

Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan, ada tiga saksi baru nan dimintai keterangan untuk mengungkap kematian mahasiswa S3 Biologi tersebut. Total hingga sekarang setidaknya ada 49 saksi nan diperiksa, bertambah dari sebelumnya 46 saksi.

"Tiga orang saksi baru kami temukan, jadi berkembang dulu 46 sekarang menjadi 49 saksi," kata Zainal saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/9).

Tiga saksi baru itu, kata Zainal, merupakan hasil pengembangan pemeriksaan terhadap dua saksi sebelumnya nan telah dimintai keterangan oleh polisi. Penyidik juga tetap menelusuri barang-barang milik korban nan sempat hilang, seperti ponsel.

Pada 2-3 September 2026, interogator menguras air nan sudah mengering di Sungai Clumprit demi menemukan peralatan milik korban. Lokasi pencarian berada sekitar 700 meter dari tempat penemuan jasad korban dan sepeda motornya.

"Upaya pencarian peralatan bukti itu kami lakukan dengan tujuan untuk mencari barang-barang milik korban nan tetap belum ditemukan. Dan juga barangkali ada temuan bukti petunjuk nan berangkaian dengan peristiwa ini,” jelas dia.

Proses pemindahan jasad di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu, 20 November 2025. Foto: kumparan

Saat penelusuran, polisi menemukan beberapa barang. Namun, pihaknya tetap memeriksa lebih lanjut untuk memastikan apakah barang-barang tersebut memang milik korban alias bukan.

"Ada beberapa peralatan nan belum ditemukan, terutama peralatan elektronik milik korban dan peralatan lain (HP dan laptop) milik korban," ucapnya.

Polisi juga tetap mendalami kemungkinan adanya saksi lain nan mempunyai info mengenai rangkaian kejadian sebelum Kavana ditemukan meninggal dunia.

“Kami bakal tetap melakukan langkah-langkah investigasi lanjutan dan investigasi lain dengan tujuan alias dalam rangka untuk membikin terang peristiwa ini,” ucapnya.

Ditemukan Satu Tahun Lalu

Kavana Hafil Kusuma dinyatakan lenyap kontak sejak 14 November 2025. Saat itu, Hafil terakhir kali terlihat di Laboratorium Biologi Universitas Brawijaya pada siang hari sebelum sempat bersantai berbareng rekan-rekannya di sebuah kafe.

Hafil nan beriktikad pulang ke rumahnya di Kota Batu kemudian dilaporkan hilang. Tiga hari berselang, tepatnya 17 November 2025, ayah korban nan mulai resah menghubungi pengajar pembimbing Hafil untuk melaporkan bahwa putranya tak kunjung sampai di rumah.

Pada 20 November 2025, seorang penduduk nan hendak memancing menemukan mayit di Sungai Clumprit di Jalan Pattimura, Kelurahan Temas, Kota Batu. Saat itu tidak ada identitas nan melekat pada mayit laki-laki tersebut.

Polisi mengevakuasi mayit tersebut untuk autopsi. Seminggu berlalu, family Hafil mendapat berita soal temuan mayat, mereka akhirnya datang untuk melakukan pencocokan identitas.

Pada tanggal 27 November 2025, akhirnya diketahui bahwa mayit itu adalah Hafil nan dilaporkan hilang.

Setahun sejak penemuan mayit tersebut, polisi kesulitan mengungkap penyebab kematian korban lantaran tidak ada saksi nan mengetahui keberadaan Hafil sebelum ditemukan tak bernyawa di sungai.

Kematian

Kematian Hafil pada usia 23 tahun banyak mendapat sorotan Badan Eksekutif Mahasiswa di lingkungan kampus UB.

BEM FEB UB pada April 2026 memuat profil dan kasus Hafil, antara lain sebagai berikut:

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan