Habib Aboe Bakar Penuhi Panggilan MKD Buntut Pernyataan Narkoba di Madura

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengenai pernyataannya soal narkoba di Madura. Habib Aboe berambisi penjelasannya ke MKD mengenai laporan tersebut melangkah dengan lancar.

Pantauan detikcom di ruang MKD DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026) Habib Aboe tiba di letak pukul 12.11 WIB. Politikus PKS ini tampak mengenakan setelan jas hitam dengan peci berwarna senada.

"Assalamualaikum," kata Habib Aboe.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut kehadirannya di MKD dalam rangka memenuhi undangan. Ia berambisi prosesnya melangkah baik. "Insyallah lancar semua ya," kata dia.

Pernyataan Habib Aboe Bakar

Habib Aboe Bakar Al-Habsyi nan merupakan personil Komisi III DPR menyampaikan pernyataan mengenai narkoba di Madura dalam rapat dengan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto. Rapat tersebut digelar pada Selasa (7/4) nan lalu.

Aboe Bakar awalnya bicara mengenai pentingnya sinergi antara BNN hingga Pemda dalam memerangi narkoba. Menurutnya, tanpa sinergi, pemberantasan narkoba tidak bakal optimal.

"Kami juga menegaskan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, dan Pemerintah Daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam memerangi narkoba. Tanpa kerjasama nan solid, upaya kita tidak bakal mencapai hasil nan optima," kata Aboe Bakar saat rapat.

Ia lampau mencontohkan temuan di Madura. Ia meminta dugaan keterlibatan ustadz hingga pesantren di Madura mengenai narkotika dicek kebenarannya.

"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ustadz sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek betul tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit," ucap dia.

Ia menyebut untung dari permainan itu besar. Ia juga mengaku cemas atas temuan tersebut.

"Nah, saya cemas nan bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya cemas nan bermain ya nan punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, alias pebisnis-pebisnis besar," tutur dia.

Ia juga meminta penegak norma memperhatikan daerah-daerah perbatasan hingga pinggiran laut. Dia menyebut daerah-daerah itu jadi pusat perjalanan narkotika..

"Kita kudu pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya. Saya nggak sebutkan lah di mana-dimananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya," tuturnya.

(dwr/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News