
Guru SD Dipolisikan Usai Nasihati Murid, Polisi Buka Peluang Restorative Justice (Okezone/Riyan Rizki)
JAKARTA - Polisi masih mendalami kasus seorang pembimbing swasta SDK di Pamulang, Tangerang Selatan, Christiana Budiyati, dilaporkan orang tua siswa setelah diduga memberikan teguran kepada anak didiknya. Polisi membuka kesempatan untuk mediasi kedua pihak berperkara.
1. Restorative Justice
"Pihak Polres Tangerang Selatan bakal menerima untuk kedua belah pihak melakukan perdamaian sehingga bakal menempuh jalan restorative justice. Kita tunggu hari ini dan bakal kita update," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Budi menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Agustus 2025. Dari laporan nan dilayangkan orang tua murid, pembimbing tersebut diduga melontarkan kalimat nan kurang tepat kepada muridnya.
"Pada saat penyelenggaraan aktivitas belajar mengajar seorang siswa ini diduga katakan ada perkataan kurang ajar oleh salah satu temen guru, nan berkepentingan si anak melaporkan pada orang tua. Orang tua mencoba untuk berjumpa dengan pembimbing menyampaikan tetapi tidak ada titik temu," ujarnya.
Kepada polisi, orang tua siswa mengaku meminta agar sang pembimbing meminta maaf di hadapan forum di depan kelas. Akan tetapi, perihal itu belum dilakukan hingga berujung pelaporan polisi.
"Ada permohonan maaf dari pembimbing kepada siswa tersebut, tetapi ini ditunggu mulai Agustus-Desember 2025 tidak ada permintaan maaf di depan forum alias di depan kelas artinya disaksikan orang banyak," katanya.
"Nah akhirnya membikin laporan, ini tetap didalami dan kita berambisi perkara-perkara seperti ini kepantasan kebesaran hati kedua belah pihak untuk kita bisa sama-sama menyelesaikan," tuturnya.
Sebelumnya, bumi pendidikan di Tangerang Selatan diguncang kasus norma nan menimpa Christiana Budiyati, seorang pembimbing swasta SDK di Pamulang.
Guru nan berkawan disapa Bu Budi ini dilaporkan ke polisi lantaran memberikan teguran edukatif mengenai tanggung jawab dan kepedulian kepada muridnya.
Kejadian bermulai pada Agustus 2025 saat seorang siswa terjatuh akibat diminta menggendong teman, namun sang kawan justru meninggalkan korban tanpa menolong.
Sebagai wali kelas, Bu Budi memberikan nasihat agar seluruh kelas memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Nasihat nan bermaksud membangun karakter tersebut rupanya dipersepsikan secara berbeda oleh salah satu siswa nan merasa dimarahi di depan umum.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·