Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan buka bunyi soal tragedi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, terutama provinsi nan dipimpinnya itu.
Hal itu disampaikannya dalam unggahan di akun media sosial Instagram, Jumat (21/8).
Menurutnya, karhutla tak lepas dari tandus panjang dan pengaruh El Nino. Namun, dia juga mengaku tak menutup mata bahwa karhutla itu dipengaruhi tindakan pembakaran lahan dengan langkah membakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh lantaran itu, lewat unggahan di akun media sosial itu, dia mengirim kata-kata imbauan kepada warganya untuk mencegah dan melawan karhutla.
"Musim tandus panjang nan disertai pengaruh El Nino memicu munculnya titik-titik api Karhutla di area Kalimantan," demikian keterangan nan mengawali unggahan Ria Norsan di IG-nya, dilihat Jumat malam.
Unggahan itu disertai foto peta Pulau Kalimantan yang dipenuhi titik panas atau hotspot inidikasi terjadinya karhutla.
'Pray for Kalimantan'-- bunyi tulisan dalam poster Pulau Kalimantan terbakar pada unggahan gubernur tersebut.
Pada keterangan gambar tersebut, dia menulis situasi karhutla yang meluas itu memerlukan kewaspadaan dan kepedulian ekstra dari semua pihak.
Dia lampau mengimbau agar penduduk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan langkah dibakar.
"Langkah mini dari kita sangat berarti: hentikan praktik pembakaran lahan, laporkan indikasi api dengan cepat, dan selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi terhindar dari akibat jelek kabut asap," tulis Ria Norsan.
"Apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya saya sampaikan untuk seluruh tim campuran di lapangan nan terus bekerja keras siang dan malam demi memadamkan titik api," sambungnya memuji tim gabungan.
[Gambas:Instagram]
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Lingkungan Hidup pun menerbitkan petunjuk mendesak bagi enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan guna memperketat penanganan.
Dalam surat pernyataan "Merespons Penurunan Kualitas Udara dan Ancaman Karhutla di Musim Kemarau 2026" nan diterima di Jakarta, Jumat (21/8), Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat memfokuskan perlindungan keselamatan masyarakat di Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan dalam pesan petunjuk mendesak tersebut.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama nan diduga mengenai penyebab karhutla di wilayah Kalimantan.
Dia mengatakan temuan itu didapati dari penyelidikan dan investigasi mengenai kejadian Karhutla beberapa waktu terakhir.
"Kita lakukan penyelidikan dan investigasi mengenai dengan peristiwa nan terjadi. Beberapa nama sudah kita amankan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/8).
Di sisi lain, Listyo juga mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh jejeran untuk terus melakukan pemadaman area rimba nan telah terbakar.
"Saat ini nan sedang kita lakukan pemadaman," tuturnya.
(kid)
14 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·