Paus Leo Ingatkan AI tak Boleh Mengurangi Kemanusiaan

Sedang Trending 12 menit yang lalu
Paus Leo Ingatkan AI tak Boleh Mengurangi Kemanusiaan Paus Leo XIV(Alberto PIZZOLI / AFP)

PAUS Leo XIV menyampaikan peringatan keras mengenai perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) nan dinilai dapat menakut-nakuti nilai-nilai kemanusiaan jika tidak dikelola dengan bijaksana. Dalam pertemuan dengan personil International Catholic Legislators Network pada Jumat (21/8/2026), dia mendesak para pemimpin politik untuk memastikan penemuan teknologi tetap melayani kepentingan bersama.

Paus Leo menegaskan bahwa kemajuan AI bukan sekadar persoalan teknis, melainkan salah satu tantangan moral paling menentukan di era modern. Ia membujuk para kreator kebijakan untuk merenungkan prinsip dari setiap penemuan nan lahir.

“Setiap pencapaian teknologi juga menghadapkan umat manusia pada pertanyaan moral, bukan hanya apa nan dapat kita lakukan, tetapi apa nan semestinya kita lakukan?” ujar Paus Leo sebagaimana dikutip dari laporan Anadolu.

Dalam arahannya, Paus Leo menekankan bahwa legislator mempunyai tanggung jawab besar untuk tidak menghalang inovasi. Namun, penemuan tersebut kudu diarahkan secara bijak melalui izin nan tepat.

Ia menyerukan pembentukan peraturan nan bisa mendorong kemajuan pengetahuan pengetahuan sekaligus memberikan perlindungan terhadap hak-hak serta kebebasan mendasar manusia. Kebijakan tersebut, menurutnya, kudu mencakup beberapa poin krusial:

  • Perlindungan pengguna dari eksploitasi.
  • Penjagaan privasi info pribadi.
  • Peningkatan transparansi dalam sistem algoritma.
  • Penguatan lembaga kerakyatan dari distorsi digital.

Selain masalah etika individu, Paus Leo menyoroti akibat dunia dari kekuasaan teknologi. Ia memperingatkan bahwa perkembangan AI nan tidak terkendali berisiko menciptakan ketergantungan teknologi baru, terutama bagi negara-negara miskin.

Kondisi ini, lanjutnya, berpotensi menjadi perangkat "kolonialisme ideologis alias ekonomi" baru. Ia juga menyatakan kekhawatirannya terhadap algoritma nan mempunyai kuasa untuk menentukan siapa nan "terlihat" alias tetap tidak terlihat dalam ruang digital, serta platform nan membentuk wacana publik tanpa adanya pertanggungjawaban nan jelas.

Pesan Utama: "Dunia tidak memerlukan kepintaran buatan nan mengurangi nilai kemanusiaan. Hanya dengan demikian kepintaran buatan bakal menjadi bukan pesaing bagi umat manusia, melainkan pelayan bagi kepentingan bersama," tegas Paus Leo.

(Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia