Gerusan Sungai Ancam Jembatan Trikora Batang Toru

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Gerusan Sungai Ancam Jembatan Trikora Batang Toru Kondisi hulu jembatan Trikora tepatnya Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.( MI/JANUARI HUTABARAT)

DERASNYA arus Sungai Batang Toru menyisakan persoalan serius di sekitar Jembatan Trikora, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. 

Dari pantauan udara, terlihat bagian tepian sungai di sekitar jembatan mengalami gerusan dan pengikisan cukup luas.

Material tanah pada sisi bantaran tampak tergerus hingga membentuk tebing curam. Sejumlah batang kayu dan material hanyutan juga terlihat tertahan di tepian sungai. Kondisi tersebut menunjukkan derasnya tekanan arus terhadap bantaran sungai, terutama ketika debit air meningkat.

Di bagian atas bantaran, permukiman penduduk berada relatif dekat dengan tepian sungai. Pengikisan nan terus berjalan berpotensi memperlebar area terdampak andaikan tidak segera ditangani.

Mail Hasibuan (47) Sabtu (12/9) mengatakan, Jembatan Trikora sendiri menjadi bagian krusial akses transportasi masyarakat Batang Toru, apalagi jakan induk menuju Kota Sibolga dan sebaliknya.  Karena itu, kondisi lingkungan di sekitar fondasi dan pendekat jembatan perlu mendapat perhatian serius, terutama setelah terjadinya cuaca ekstrem dan peningkatan debit Sungai Batang Toru. 

Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah gerusan telah memengaruhi fondasi, abutmen, alias struktur pengaman jembatan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pusat berbareng lembaga teknis mengenai dinilai perlu melakukan asesmen menyeluruh, termasuk memeriksa kedalaman gerusan, stabilitas tebing, kondisi abutmen dan fondasi, serta kebutuhan pembangunan pengaman tebing.

Persoalannya bukan semata mata apakah jembatan tetap dapat dilalui. Keselamatan bangunan dan keberlanjutan akses masyarakat kudu menjadi perhatian sebelum gerusan sungai berkembang menjadi ancaman nan lebih besar.

Kondisi lapangan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya memulihkan akses. Bantaran sungai dan sistem perlindungan jembatan juga kudu diperkuat agar kerusakan serupa tidak berulang, katanya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia