Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memanfaatkan arena Innoprom 2026 di Rusia sebagai pintu masuk untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menarik investasi baru ke Indonesia. Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country dinilai dapat memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia.
Status tersebut juga menjadi nan pertama bagi negara ASEAN dalam sejarah penyelenggaraan Innoprom. Pemerintah menilai kesempatan itu tidak hanya membuka pasar perdagangan baru, tetapi juga memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia utamanya di tengah perubahan peta industri dunia.
"Mereka memandang Indonesia sebagai negara ekonomi nan sangat kuat. Selain sudah menjadi bagian dari G20, Rusia juga memandang potensi ekonomi Indonesia jauh lebih besar ke depan. Mereka melakukan proyeksi terhadap besarnya ekonomi Indonesia, sehingga memandang Indonesia sebagai mitra nan penting," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (26/6/2026).
Hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin turut menjadi modal krusial dalam memperkuat kerja sama kedua negara. Namun, pemerintah menegaskan tujuan utama kehadiran Indonesia di Innoprom bukan sekadar menghadiri pameran industri, namun mengubah kesempatan tersebut menjadi kerja sama upaya nan konkret.
Bendera Rusia (File Photo Reuters) Foto: Bendera Rusia (File Photo Reuters)
"Indonesia baru saja menandatangani FTA dengan Eurasia. Kawasan itu mempunyai nyaris 190 juta masyarakat dengan daya beli nan tinggi. Ini kesempatan nan kudu dimanfaatkan untuk menggali kerja sama antara Indonesia dengan Rusia maupun negara-negara Eurasia lainnya," katanya.
Pemerintah juga menilai peningkatan perdagangan kudu melangkah beriringan dengan peningkatan daya saing industri nasional. Karena itu, produk-produk Indonesia nan dipromosikan ke pasar internasional bakal difokuskan pada sektor nan mempunyai nilai tambah tinggi, mulai dari makanan dan minuman olahan, tekstil, furnitur, produk karet hingga hasil hilirisasi sumber daya alam.
"Kata kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi 8% bagi kami ada dua, ialah perdagangan nan kudu semakin besar dan investasi nan kudu terus masuk ke Indonesia," ujar Agus.
Selain memberikan beragam insentif bagi bumi usaha, pemerintah juga meletakkan perhatian pada kepastian hukum, kemudahan berusaha, kesiapan energi, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai aspek tersebut menjadi pertimbangan utama penanammodal ketika memutuskan menanamkan modal di suatu negara.
"Kami mau menyampaikan kepada para penanammodal bahwa Indonesia siap bekerja sama. Hubungan itu kudu saling menguntungkan, Indonesia menang dan mitra kita juga menang. Dengan begitu investasi nan masuk bakal memberikan faedah bagi kedua belah pihak," tutup Agus.
(fys/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·