Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Perkuat SDM hingga Pembiayaan UMKM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berumur dua tahun pada 20 Oktober 2026. Dalam periode tersebut, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan sektor pariwisata, serta ekspansi akses pembiayaan bagi upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam memperkuat produktivitas ekonomi dan memperluas kesempatan masyarakat untuk berperan-serta dalam pembangunan.

Berbagai program strategis terus diakselerasi, mulai dari pemagangan dan training vokasi untuk menjembatani kebutuhan industri, penguatan sektor pariwisata, guna mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi jutaan UMKM agar siap naik kelas.

Penguatan SDM Berdaya Saing

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengembangan SDM, Pemerintah telah meluncurkan Program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi pada Oktober 2025 dengan sasaran awal 100.000 peserta. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan bumi kerja melalui pengalaman langsung di bumi usaha, industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta lembaga Pemerintah. Peserta juga memperoleh duit saku setara bayaran minimum dan perlindungan agunan sosial ketenagakerjaan.

Program tersebut menjawab salah satu tantangan lulusan baru ketika memasuki pasar kerja, ialah kebutuhan bakal pengalaman profesional. Melalui pemagangan, lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat membangun keahlian teknis, etos kerja, dan keahlian beradaptasi dengan kebutuhan industri.

"Karena biasanya lowongan pekerjaan ini diisi oleh lulusan nan tidak kerja alias secondary. Lulusan primary alias nan baru lulus pertama, jika melamar pekerjaan pasti pertanyaan pertamanya adalah mengenai pengalaman kerja. Nah, inilah nan dijembatani dengan program magang," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Penguatan kesiapan tenaga kerja bersambung pada 2026 melalui ekspansi program pemagangan dan training vokasi. Program Magang Nasional tahap II ditargetkan menjangkau 150.000 lulusan baru dengan support anggaran Rp4,14 triliun. Sementara itu, program training vokasi memperoleh alokasi Rp2,12 triliun, dengan sasaran prioritas 220.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Secara keseluruhan, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 menargetkan sekitar 340.000 peserta, nan terdiri atas 70.000 peserta serta tambahan 270.000 peserta melalui stimulus ekonomi semester II 2026. Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti training vokasi.

"Ke depan kita kudu memanfaatkan seluruh akomodasi nan dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri," tegas Jubir Haryo.

Pariwisata Andalan Pertumbuhan

Selain meningkatkan kesiapan tenaga kerja, pengembangan sektor pariwisata menjadi bagian krusial dalam memperluas aktivitas ekonomi dan membuka kesempatan upaya di beragam daerah. Pariwisata mempunyai keterkaitan dengan beragam sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, ekonomi kreatif, hingga upaya mikro dan mini nan tumbuh di sekitar destinasi wisata.

Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan visitor mancanegara dan sekitar 1,2 miliar perjalanan visitor nusantara. Sektor pariwisata menghasilkan devisa sebesar USD18,28 miliar, mendukung 25,91 juta lapangan kerja, serta berkontribusi langsung sebesar 3,97% terhadap produk domestik bruto (PDB). Nilai investasi sektor pariwisata pada tahun tersebut mencapai hingga Rp73,55 triliun.

Momentum positif bersambung pada 2026. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kunjungan visitor mancanegara mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Pada periode nan sama, perjalanan visitor nusantara mencapai 842,15 juta, tumbuh 4,29%. Devisa pariwisata pada semester I 2026 tercatat sebesar USD8,43 miliar, sementara investasi sektor pariwisata tumbuh 16,64%.

"Kita kudu kejar pariwisata itu sebagai low hanging fruit. Dan itu juga penghasil devisa nan besar. Jadi seperti untuk mendukung pembelian di dalam negeri mari kita sorong juga sektor pariwisata," ungkap Jubir Haryo.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pengembangan pariwisata terus diiringi dengan peningkatan kualitas destinasi, konektivitas, kompetensi SDM, dan keterlibatan masyarakat lokal. Dengan demikian, peningkatan kunjungan visitor tidak hanya tercermin dari pergerakan visitor dan penerimaan devisa, tetapi juga membuka ruang bagi upaya lokal untuk berkembang serta memperluas faedah ekonomi di daerah.

Keberpihakan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui KUR

Sejalan dengan upaya memperluas kesempatan kerja dan usaha, Pemerintah juga terus memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM melalui KUR. Program ini menjadi instrumen untuk mendukung pelaku upaya memperoleh modal dengan skema angsuran nan didukung kebijakan Pemerintah, sekaligus mendorong pembiayaan ke sektor-sektor produktif.

"KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi betul-betul mendorong upaya produktif untuk tumbuh dan naik kelas," tegas Jubir Haryo.

Memasuki 2026, Pemerintah terus memperkuat penyaluran KUR dengan mengarahkan pembiayaan pada sektor produksi. Hingga 23 September 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp232,66 triliun dan menjangkau 3,61 juta debitur, sekaligus mendukung sekitar 10,83 juta tenaga kerja. Perkembangan ini mencerminkan keberlanjutan upaya memperluas akses permodalan bagi UMKM serta memperkuat kapabilitas usaha, daya saing, dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Penguatan SDM melalui pemagangan dan vokasi, pengembangan pariwisata, serta ekspansi pembiayaan UMKM mencerminkan keterkaitan antara peningkatan kompetensi, pembuatan aktivitas ekonomi, dan pengembangan upaya masyarakat.

Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, beragam penemuan dan program di bagian penguatan SDM melalui pemagangan dan vokasi, pengembangan sektor pariwisata, serta pemberdayaan UMKM melalui KUR menunjukkan capaian positif dan menjadi modal optimisme bagi pertumbuhan ekonomi nan semakin inklusif dan produktif.

Ke depan, kesinambungan dan penguatan beragam program tersebut diharapkan dapat semakin memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha, serta memastikan faedah pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat luas.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑