Jakarta, CNN Indonesia --
Gempa berkekuatan M6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatra Utara pada Sabtu (15/8) sore. Guncangan paling keras terasa di Kota Kabanjahe hingga Kota Limapuluh.
"Berdasarkan perkiraan peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan nyaris semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Tebingtinggi; Kota Kabanjahe; Kota Limapuluh," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, gempa juga terasa dengan skala intensitas IV MMI di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; dan Kota Pangururan.
Wijayanto menyebut pusat gempa tektonik berkekuatan M6,4 ini berada di kedalaman 168 kilometer.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,91° LU; 98,93° BT, alias tepatnya berlokasi di darat 11 kilometer tenggara Simalungun, Sumatra Utara.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Wijayanto.
Lebih lanjut, Wijayanto menyebut gempa bumi nan terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.
Hasil kajian sistem sumber menunjukkan bahwa gempa bumi mempunyai sistem sesar geser turun (oblique normal fault).
"Hingga pukul 18.16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," tutur Wijayanto
(lom)
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·