Bandara hingga Hotel Rusak Akibat Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT

Sedang Trending 43 menit yang lalu
Ilustrasi rumah tahan gempa, Foto: Shutterstock

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi. Gempa ini turut dirasakan Flores, termasuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Selain itu, sejumlah gedung juga dilaporkan rusak. Dari info nan diterima kumparan di lapangan, gempa ini mengakibatkan Bandara Udara Frans Sales Lega alias Bandar Udara Ruteng mengalami kerusakan. Tampak bagian panel genting airport berjatuhan.

Di Labuan Bajo, guncangan terasa cukup kuat hingga membikin penduduk dan visitor panik. Sejumlah penduduk dilaporkan berceceran keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Dampak gempa juga mulai terlihat pada sejumlah bangunan. Hotel Jayakarta Labuan Bajo, misalnya, dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian lobi. Plafon lobi ambruk, sementara sejumlah bagian tembok mengalami retakan. Sejumlah tamu hotel terlihat berceceran keluar gedung saat gempa terjadi.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Rumah penduduk dan akomodasi umum di Kecamatan Boleng serta Kecamatan Kuwus Barat disebut mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat laporan sejumlah rumah penduduk roboh akibat kuatnya guncangan.

Sementara itu, di Ruteng, Kabupaten Manggarai, gedung kampus Unika Santu Paulus juga dilaporkan mengalami kerusakan. Dinding salah satu gedung kampus disebut ambruk.

Salah seorang penduduk Labuan Bajo, Erwin, mengatakan penduduk langsung panik saat merasakan kuatnya guncangan.

“Warga langsung berlarian keluar rumah lantaran gempanya cukup kuat. Kami juga cemas lantaran ada info mengenai potensi tsunami,” ujar Erwin.

Hingga buletin ini diterbitkan, jumlah pasti gedung nan rusak maupun korban terdampak tetap dalam pendataan. Kondisi kerusakan juga tetap menunggu verifikasi dari pemerintah daerah, BPBD, dan lembaga terkait.

Masyarakat, khususnya nan berada di wilayah pesisir, diimbau tetap tenang dan mengikuti pengarahan resmi BMKG serta pemerintah wilayah mengenai potensi tsunami dan perkembangan kondisi pascagempa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan