Garuda Indonesia Pecah Ban, Run Way Bandara Makassar Sempat Ditutup

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Garuda Indonesia Pecah Ban, Run Way Bandara Makassar Sempat Ditutup Ilustrasi Pesawat Garuda pecah ban.(Antara)

PESAWAT Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA604 rute Jakarta-Makassar mengalami hambatan teknis berupa pecah ban pada salah satu roda utama (main wheel) saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9). Meski sempat memicu prosedur keselamatan, pesawat jenis Boeing 737-800 tersebut sukses mendarat dengan selamat.

Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengonfirmasi bahwa pesawat nan membawa 156 penumpang tersebut mendarat dengan kondusif setelah mengikuti protokol keselamatan penerbangan nan ketat. Sebelum menyentuh landasan, pilot sempat melakukan prosedur go around alias fly pass untuk memastikan kesiapan pendaratan.

Kronologi dan Penanganan Darurat

Informasi mengenai hambatan teknis pada pesawat GA604 pertama kali diterima oleh pihak pengelola airport dari Tower AirNav Indonesia sekitar pukul 07.00 WITA. Menanggapi laporan tersebut, tim airport segera mengaktifkan status siaga dengan mengerahkan personel dan armada keselamatan ke posisi strategis.

Unit nan disiagakan meliputi:

  • Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF)
  • Kendaraan pemadam F1 dan F2
  • Nurse Tender (armada medis)
  • Kendaraan pendukung operasional lainnya

Koordinasi lintas lembaga juga dilakukan secara intensif melibatkan AirNav Indonesia, tim SAR, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), serta Base Rescue Lanud Sultan Hasanuddin guna mengantisipasi segala kemungkinan saat pesawat menyentuh landasan pacu.

Proses Pendaratan dan Evakuasi Penumpang

Setelah melakukan prosedur fly pass, pesawat akhirnya sukses mendarat di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA. Begitu pesawat berakhir sempurna, petugas teknis dan keselamatan langsung melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan tidak ada percikan api alias kerusakan tambahan nan membahayakan.

Sebanyak 156 penumpang dievakuasi dari badan pesawat menuju terminal kehadiran menggunakan empat unit bus bandara. Lukman Mardian memastikan bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi kondusif tanpa cedera. Proses pemindahan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 09.53 WITA.

Pesawat kemudian ditarik menuju parking stand di apron untuk menjalani investigasi dan perbaikan teknis lebih lanjut oleh tim teknisi Garuda Indonesia.

Dampak Terhadap Operasional Bandara

Insiden ini sempat berakibat pada operasional landasan pacu. Pihak otoritas airport menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) untuk menutup sementara Runway 03-21 mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WITA. Penutupan ini bermaksud untuk memberikan ruang bagi tim teknis melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi landasan pacu (FOD check) guna memastikan tidak ada serpihan ban nan tertinggal.

Setelah pemeriksaan selesai dan landasan dinyatakan bersih serta aman, Runway 03-21 kembali dibuka untuk lampau lintas penerbangan pada pukul 10.30 WITA. Lukman menegaskan bahwa kesiapan personel dan sinergi antar-lembaga menjadi kunci utama dalam penanganan kejadian ini sehingga tidak menimbulkan gangguan nan lebih luas pada aspek keselamatan penerbangan.

"Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik, seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman," pungkas Lukman. (Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia