Freeport Punya Proyek Tambang Baru, Bisa Produksikan 6 Juta Ons Emas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mimika, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mengembangkan blok tambang bawah tanah baru, ialah Kucing Liar di distrik Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Proyek tersebut diproyeksikan bisa menghasilkan lebih dari 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas sepanjang masa operasinya untuk menjaga produksi nasional.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas membeberkan tambang baru tersebut diperkirakan bisa mulai produksi perdana pada 2029.

"Tambang ini diproyeksikan bakal menghasilkan lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas sepanjang masa operasinya. Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara," jelasnya dalam sambutan Upacara HUT ke-81 RI di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Dia menyebut, pengembangan blok Kucing Liar memerlukan komitmen finansial nan besar dengan total nilai investasi diproyeksikan mencapai Rp 72 triliun.

Hingga saat ini, perusahaan tercatat telah mengucurkan investasi sekitar Rp 24-25 triliun untuk menyiapkan akomodasi pendukung dan akses penambangan di bawah tanah.

"Pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar nan bakal menjadi salah satu sumber produksi utama perusahaan di masa depan terus berjalan. Investasi tambang bawah tanah ini telah menghabiskan Rp 25 triliun dan secara keseluruhan nantinya bakal mencapai Rp 72 triliun," tambahnya.

Tambang Kucing Liar diproyeksikan untuk mempunyai kapabilitas produksi mencapai 130.000 ton bijih per hari. Blok Kucing liar dinilai krusial untuk mengompensasi penurunan produksi secara alamiah pada blok Grasberg Block Cave (GBC) agar total output perusahaan tetap stabil.

"Kita rencananya Kucing Liar itu bisa 130 ribu ton bijih per hari. Ini bakal betul-betul mendukung lantaran GBC juga kelak bakal depleted ya bakal menurun jadi kita bisa continue stabil produksinya di level 240 ribu ton bijih per hari," imbuhnya di sela acara.

Perusahaan menekankan bahwa keberlanjutan proyek tersebut juga seiring pada kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah tahun 2041. Dengan adanya kepastian hukum, Freeport berkomitmen untuk terus mengeksplorasi potensi persediaan di level nan lebih dalam guna memperpanjang usia tambang.

"Intinya adalah jika tambang itu berakhir di 2041 tidak ada nan diuntungkan. Pemerintah juga rugi tidak ada pemasukan lagi dari Freeport, tenaga kerja 30 ribu juga enggak ada lagi, program pengembangan masyarakat kita enggak ada lagi. Jadi jika itu diperpanjang maka semua pihak diuntungkan," tandasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News