Persaingan sengit dan panas mewarnai jalannya Campus League Basket Regional Surabaya Season 1. Dimulai sejak Rabu (22/4) di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kejuaraan diikuti ratusan student-athlete nan berasal dari 17 perguruan tinggi, terdiri dari 16 tim putra dan 8 tim putri.
Pada babak semifinal, Selasa (28/4), dari sektor putri Universitas Ciputra Makassar memastikan diri melaju ke final regional menantang Universitas Surabaya. Sementara di sektor putra, Universitas Cenderawasih masuk partai pamungkas untuk berduel dengan Universitas Surabaya.
Pada laga Regional Playoffs, tim putri Universitas Ciputra Makassar tampil solid dan sukses mengandaskan perlawanan Universitas Airlangga dengan skor 52-39.
Di pertandingan berikutnya giliran wakil Papua, tim putra Universitas Cendrawasih bisa meraih hasil gemilang melawan Universitas Negeri Malang (UM) dengan skor meyakinkan 92-63. Kedua hasil tersebut jadi bukti bahwa tim dari luar Pulau Jawa bisa mengimbangi kekuasaan kampus-kampus unggulan basket di Jawa Timur.
Hujan skor mewarnai partai semifinal ketiga nan mempertemukan tim putri Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Brawijaya (UB). Tampil nyaris sempurna, Ubaya bisa melibas UB dengan skor mencolok 105-19. Sejak tip-off, Ubaya bermain agresif. Hingga akhir quarter kedua Ubaya bisa meledak dengan raihan 47-14.
Usai turun minum, UB berupaya memberikan perlawanan, namun tetap kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Justru Ubaya nan sukses menjaga intensitas permainan. Di kuarter penutup Ubaya sukses menjaga jarak sekaligus mengamankan tiket ke final.
“Pertandingan hari ini saya belum betul-betul puas dengan permainan anak-anak. Karena lawan-lawan nan dihadapi juga belum semuanya maksimal. Saya memandang tetap hal-hal nan bakal terus kami pertimbangan untuk meningkatkan kualitas permainan,” ungkap pembimbing Ubaya, Wellyanto Pribadi dalam bertemu pers usai pertandingan.
Evelyn Fiyo jadi motor serangan Ubaya di partai semifinal ini. Pemain timnas basket 3x3 nan sukses meraih lencana emas SEA Games 2025 Filipina ini mencatatkan 18 poin dan tampil trengginas sepanjang laga.
Sementara itu kapten tim Mayviana Lysandra Tandiono memilih untuk konsentrasi pada pertandingan final. Ia mengamini pernyataan sang pembimbing untuk terus memperbaiki kualitas permainan.
“Persiapannya kami kudu lebih percaya satu sama lain juga. Evaluasi di games sebelumnya juga terus banyak koreksi juga dari game tadi dan enggak boleh meremehkan lawan,” sebutnya.
Di pertandingan semifinal terakhir, tim putra Universitas Surabaya (Ubaya) menegaskan diri sebagai raja kampus basket di Provinsi Jawa Timur. Melengkapi kesuksesan tim putrinya, kali ini tim putra Ubaya juga mengantongi tiket final setelah menaklukkan tuan rumah, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 87-20. Kemenangan ini kian manis bagi Ubaya lantaran sejauh ini mereka selalu tampil impresif dan belum tersentuh kekalahan.
Kekuatan Tim Ubaya dalam pertandingan ini terletak pada kedisiplinan dalam defense dan efektif saat menyerang. Sejak quarter pertama, Unesa dibuat kesulitan mengembangkan permainan berkah pressing ketat. Ubaya menutup first half tanpa halangan dengan 46-7.
Selepas jeda, tim didikan pembimbing Ivan Widianto Tjahjono ini tak mengendurkan tekanan. Tidak ada kesempatan diberikan bagi Unesa untuk memperpendek jarak poin. Hingga buzzer berbunyi, Ubaya mengunci kemenangan untuk menantang Universitas Cendrawasih (Uncen) di laga final regional.
Kapten Ubaya Albert Richard merasa timnya sudah siap untuk menghadapi Uncen di partai final. Dalam bertemu pers usai pertandingan, dia menyebut regenerasi antara pemain senior ke pemain junior nan selama ini melangkah di tim basket Ubaya menjadi salah satu aspek kualitas permainan nan terus terjaga. Albert berambisi timnya tetap solid untuk meraih podium tertinggi Campus League Basket Regional Surabaya.
“Kami tidak pernah meremehkan musuh, kami selalu memberikan effort 100 persen, kami juga konsentrasi mengikuti pengarahan Coach Ivan,” tegasnya.
Dari sisi pelatih, Ivan Widianto Tjahjono mengakui timnya tampil sangat solid di pertandingan ini. Ada peningkatan dari sisi defense nan bisa diterjemahkan dengan apik oleh anak asuhnya di lapangan.
Namun, dia juga menyebut menghadapi Uncen di partai pamungkas memerlukan strategi nan berbeda untuk bisa memastikan gelar juara di genggaman.
“Strategi unik kami pasti ada, lantaran kami juga cukup mengerti karakternya Tim Uncen bermain itu seperti apa. Jadi kami siapkan strategi gimana memecah full press dari mereka,” jelas Ivan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·