Festival Literasi 2026 Fokus pada Pengembangan Personal Branding Penulis

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Festival Literasi 2026 Fokus pada Pengembangan Personal Branding Penulis Festival Literasi 2026.(Dok. MI)

KOMUNITAS Menulis Online (KMO) Indonesia resmi menggelar rangkaian agenda literasi nasional pada awal Agustus 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem penulis digital di Tanah Air. Momentum ini ditandai dengan soft launching KMO App, sebuah platform terpadu nan memfasilitasi penulis untuk belajar, berkarya, hingga memonetisasi tulisan mereka.

Rangkaian aktivitas dimulai dengan Festival Literasi KMO Indonesia 2026 nan berjalan pada 6-8 Agustus 2026. Mengusung tema "Belajar, Berkarya, Menghasilkan", pagelaran ini menghadirkan enam pembicara nasional terkemuka, di antaranya JS. Khairen, Ahmad Fuadi, Ivan Lanin, Ahmad Rifa'i Rif'an, Dewa Eka Prayoga, dan Founder KMO Indonesia Tendi Murti.

CEO KMO Indonesia, Tendi Murti, menjelaskan bahwa pagelaran ini bermaksud memberikan motivasi serta membimbing penulis melalui tiga tahapan kreatif. "Tahap belajar menumbuhkan keberanian memulai, tahap berkarya mendorong penyelesaian naskah bermutu, dan tahap menghasilkan membuka akses publikasi serta personal branding," ujar Tendi pada Rabu (12/8).

Bersamaan dengan peluncuran KMO App, diumumkan pula pemenang kejuaraan menulis maraton 30 hari, Sarkatvaganza 1.0. Kompetisi bertema "Titik Terendah" ini dinilai langsung oleh penulis nasional Asma Nadia. Joel Pasbar sukses meraih juara pertama dengan naskah berjudul Lara: Lika Liku Luka Laki-Laki, disusul Athalaz di posisi kedua, dan Titie Handayani di posisi ketiga.

Melihat antusiasme nan tinggi, KMO Indonesia berencana membuka pendaftaran Sarkatvaganza 2.0 pada pertengahan Agustus 2026. Edisi kedua ini bakal menggandeng Ahmad Fuadi sebagai salah satu majelis juri. Informasi pendaftaran bakal tersedia melalui akun IG resmi dan KMO App.

Selain platform komunitas, KMO Indonesia memperkenalkan penemuan AI Publishing. Teknologi berbasis kepintaran buatan ini dirancang untuk membantu proses pasca-penulisan, mulai dari penyuntingan (editing) hingga penyiapan file siap cetak. Kehadiran teknologi ini diharapkan membikin proses publikasi menjadi lebih sigap dan efisien bagi para penulis di Indonesia. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia