Fenomena Aneh Muncul di Glodok, Sinyal Ekonomi RI Tak Baik-Baik Saja?

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pusat elektronik di area Glodok Jakarta Barat ialah Pasar Glodok alias nan kerap disebut Glodok City Jaya sepi. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026), dari pintu masuk kondisinya sudah terlihat sangat sepi.

Kemudian masuk lebih dalam, tampak aktivitas visitor condong minim dan hanya ada aktivitas pedagang nan tetap memperkuat berjualan. Di lantai dasar, tampak tetap banyak pedagang nan membuka tokonya meski visitor sangat sepi. Di lantai ini, sejumlah toko audio, sound system, CCTV, toko obat, hingga perlengkapan elektronik tetap beroperasi.

Memasuki lantai atas alias lantai 1, suasana semakin sunyi. Sudah mulai banyak gerai kosong dan sebagian lainnya dipasang tulisan disewakan alias dijual. Area nan sekarang banyak ditempati toko obat-obatan dan perangkat kesehatan itu juga terlihat minim aktivitas.

Bergeser lagi ke lantai 2, suasana sunyi makin terlihat jelas. Bahkan, ruko nan tertera tulisan disewakan alias dijual semakin banyak. Semakin ke atas, kondisinya pun makin sunyi dan nyaris tidak ada lagi ruko nan dibuka.

Namun di lantai basement, tempat pasar basah berada, menurut manajemen, tetap cukup ramai dikunjungi pada pagi hari, terutama masyarakat nan berbelanja kebutuhan pokok. Beberapa pedagang nan tetap memperkuat lantaran sekarang mengandalkan penjualan online untuk memperkuat dan mengandalkan pengguna langganannya. Hal itu terlihat dari aktivitas pengepakan peralatan di sejumlah kios.

Salah satunya ialah Rahman, pedagang laptop dan aksesorisnya mengungkapkan dirinya tetap memperkuat lantaran tetap ada beberapa langganannya dan penjualan online.

Suasana aktivitas para pedagang di Pasar Glodok, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Suasana aktivitas para pedagang di Pasar Glodok, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Suasana aktivitas para pedagang di Pasar Glodok, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Masih memperkuat berkah langganan dan penjualan online, jika mengandalkan visitor nan datang, sudah enggak bisa," kata Rahman saat ditemui CNBC Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Rahman menambahkan, sejak banyaknya gerai laptop dan aksesorisnya di pusat perbelanjaan lain, sekarang Pasar Glodok makin ditinggalkan. Padahal dahulu, area ini menjadi salah satu pilihan ketika mencari laptop dan sejenisnya.

"Dulu memang di sini tetap banyak nan jual laptop, hanya lantaran makin ditinggalkan pembeli, ya banyak nan pindah, entah ke Mangga Dua alias bagaimana," jelas Rahman.

Begitu juga Ayong, pedagang aksesoris perangkat komputer juga tetap memperkuat lantaran langganannya dan juga tetap melayani servis laptop dan komputer.

"Ya ada langganan sih di sini, bisa servis di sini juga, jika online sih ya enggak, hanya biasanya penjual online nyari peralatan di sini," kata Ayong.

Ayong pun sekarang tak berambisi lagi dari visitor nan datang, lantaran nyaris tidak ada nan datang setiap harinya.

"Sudah enggak bisa hanya andalkan visitor nan datang, terpaksa kudu putar otak, salah satunya ya pertahanin langganan," ujar Ayong.

Sedangkan Yofi, pedagang sound system juga sekarang mengandalkan langganannya dan tidak lagi mengandalkan pembeli nan datang.

"Ya begini memang kondisinya, sudah sangat beda dari nan dulu, sekarang ya mengandalkan langganan, dari eo-eo acara, kafe, restoran, gitu-gitu dah," kata Yofi.

Sementara itu Yen, pedagang obat-obatan juga mengandalkan langganan dari masyarakat dan klinik sekitar agar usahanya bisa bertahan.

"Ya pengguna di sini sudah langganan, biasanya masyarakat sekitar, klinik-klinik sekitar sini, sama ya pedagang-pedagang sini juga," kata Yen.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News