FDC Dental Clinic (FDC) memanfaatkan teknologi kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan jasa kesehatan gigi.(Dok. FDC Dental Clinic)
FDC Dental Clinic (FDC) memanfaatkan teknologi kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan jasa kesehatan gigi. Berkolaborasi dengan Google Cloud dan mitra teknologi Tridorian, FDC sukses memangkas waktu pemesanan agenda pasien dari sebelumnya mencapai satu jam menjadi sekitar 15 detik.
Founder dan CEO FDC, Ita Lestari, mengatakan penemuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan jasa kesehatan gigi nan lebih mudah diakses, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
"Di tengah masalah akses nan tetap rendah bagi masyarakat untuk mendapatkan jasa kesehatan gigi di Indonesia, FDC terus berupaya memberikan pengalaman jasa nan lebih cepat, mudah, dan nyaman bagi masyarakat," ujar Ita dalam aktivitas Malam Mabit Cuan (MMC) di Bandung, Sabtu (6/6).
Ia menjelaskan, sebelumnya proses pemesanan agenda dilakukan melalui sistem chatbot nan dikelola secara manual sehingga antrean permintaan dapat mencapai ribuan dan membikin pasien menunggu hingga satu jam. Untuk mengatasi persoalan tersebut, FDC mengembangkan sistem pemesanan pandai berbasis Vertex AI dan Gemini dari Google Cloud.
"Dengan sistem ini, pasien bisa merasakan pengalaman lebih nyaman melalui aplikasi, memilih klinik nan diinginkan, dan menyelesaikan pembayaran duit muka hanya dalam hitungan detik," katanya.
Menurut Ita, teknologi AI juga memungkinkan hubungan nan lebih humanis dengan menyesuaikan bahasa dan budaya masyarakat Indonesia sehingga bisa meningkatkan pengalaman pasien.
TINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL
Chief Technology Officer FDC, M. Reza Avesena, menambahkan transformasi digital tersebut turut meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Jika sebelumnya satu pemasok hanya bisa menangani satu klinik, sekarang satu pemasok dapat mendukung operasional hingga 30 klinik sekaligus. "Peningkatan efisiensi ini membikin FDC bisa menawarkan jasa kepada lebih banyak pengguna tanpa mengurangi kualitas pelayanan," ujar Reza.
Ia juga mengungkapkan bahwa AI dimanfaatkan dalam proses rekrutmen tenaga kerja sehingga tim Human Resources dapat menyeleksi ratusan curriculum vitae (CV) dalam waktu nan sebelumnya hanya cukup untuk meninjau satu CV secara manual.
Menurut Reza, penggunaan platform Cloud Run dari Google Cloud juga sukses menekan biaya prasarana perusahaan hingga 35 persen sekaligus menjaga keandalan sistem untuk mendukung pertumbuhan jumlah pasien dan ekspansi bisnis.
Saat ini FDC telah melayani lebih dari 1,5 juta pengguna melalui platform digital dan mengoperasikan 68 klinik nan tersebar dari Medan hingga Sorong dengan rata-rata lebih dari 60 ribu pasien setiap bulan. Perusahaan menargetkan ekspansi menjadi lebih dari 100 klinik di beragam wilayah Indonesia dengan support teknologi AI.
"Dengan support teknologi AI, FDC optimistis dapat mempercepat pencapaian sasaran ekspansi lebih dari 100 klinik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap jasa kesehatan gigi nan berbobot dan terjangkau," tutup Ita. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·