Evakuasi 11 Ribu Pelaut di Selat Hormuz Ditunda

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Evakuasi 11 Ribu Pelaut di Selat Hormuz Ditunda Kapal Gamsunoro milik Pertamina International Shipping (PIS) sukses melewati Selat Hormuz di tengah bentrok geopolitik.(Dok Instagram)

RENCANA pemindahan lebih dari 11.000 pelaut nan terjebak di area Selat Hormuz terpaksa dihentikan sementara imbas sebuah kapal kargo diserang saat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut. Insiden itu kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di salah satu urat nadi perdagangan daya dunia.

Kepala International Maritime Organization (IMO), Arsenio Dominguez, menyatakan sebagian awak kapal memang telah sukses dievakuasi. Namun, operasi skala besar itu sekarang ditangguhkan hingga terdapat kepastian agunan keselamatan bagi para pelaut betul-betul tersedia.

"Keselamatan pelaut selalu menjadi prioritas utama. Untuk memastikan pendekatan nan terkoordinasi dan keamanan navigasi, rencana pemindahan kami hentikan sementara sampai situasinya lebih jelas," kata Dominguez dikutip BBC.

Sebelumnya, badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan sebuah kapal dihantam proyektil tak dikenal sekitar 7,5 mil laut di tenggara Pelabuhan Dahit, Oman, pada Kamis (25/6) waktu setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Perusahaan manajemen akibat maritim Vanguard menyebut kapal tersebut berbendera Singapura. Kapal dengan nama Ever Lovely itu tetap melanjutkan pelayarannya meski sempat menjadi sasaran serangan.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat, sebagaimana dikutip media setempat, menuding Iran sebagai pihak nan melepaskan tembakan ke arah kapal itu. Namun hingga sekarang belum ada konfirmasi resmi dari Teheran.

Menurut laporan Wall Street Journal nan mengutip info pencarian MarineTraffic, Ever Lovely memimpin konvoi lima kapal nan melintasi rute selatan sesuai koridor pelayaran nan direkomendasikan IMO.

Kapal nan diserang tersebut disebut tidak berlayar dalam skema pemindahan resmi nan dikoordinasikan IMO. Awak kapal dalam konvoi tersebut juga mengaku tidak menerima peringatan radio apa pun sebelum serangan terjadi. 

Penundaan operasi pemindahan menjadi pukulan bagi ribuan pelaut nan tetap terjebak di area Teluk sejak bentrok Amerika Serikat-Israel melawan Iran meletus pada Februari lalu. Ratusan kapal tetap tertahan akibat tingginya akibat keamanan di wilayah tersebut.

Program pemindahan internasional sendiri baru diumumkan awal pekan ini menyusul kembali dibukanya Selat Hormuz. Operasi itu melibatkan kerja sama Iran, Oman, Amerika Serikat, negara-negara pesisir kawasan, serta pelaku industri pelayaran.

Namun, situasi kembali memanas setelah otoritas Iran nan mengatur lampau lintas di Selat Hormuz memperingatkan kapal-kapal agar tetap berada di jalur nan telah ditetapkan. Mereka menegaskan kapal nan memilih melintas di luar koridor resmi tidak bakal memperoleh agunan keamanan selama pelayaran. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia