ESDM: Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Hanya untuk BBM tapi Kebutuhan Industri

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Hanya untuk BBM tapi Kebutuhan Industri

Wamen ESDM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan rencana impor minyak mentah sebesar 150 juta barel dari Rusia tidak hanya untuk pemenuhan dalam negeri, namun juga untuk pemenuhan industri. 

Yuliot mengatakan impor minyak dari Rusia tidak diserap seluruhnya oleh PT Pertamina (Persero), karena nantinya para pelaku industri bisa langsung membeli minyak tersebut untuk kebutuhan aktivitas pertambangan, hingga pabrik petrokimia, sebagai bahan baku utama untuk memproduksi plastik, karet sintetik, serat pakaian, pupuk, dan deterjen.

"Ini kan juga ada industri juga ya kemudian ada aktivitas tambang juga, jadi kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia, kan juga diperlukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Yuliot mengatakan Pemerintah juga berencana membikin Badan Layanan Umum (BLU) nan bakal melakukan transaksi langsung dengan pihak Rusia mengenai pembelian minyak mentah sebanyak 150 juta barel. 

Ia menilai pembelian minyak mentah sebesar itu mempunyai konsekensi jika dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha. Pembentukan BLU dinilai bakal lebih sigap melakukan transaksi lantaran punya kemudahan dari sisi pendanaan. 

"BUMN kan juga sudah ada kontrak-kontrak dengan pihak lain ya. Kemudian untuk pemenuhan di dalam negeri gimana proses pengadaannya, gimana pembiayaan itu kan konsekuensinya proses pengadaan. Kalau di BUMN kan kudu melalui tender terlebih dulu ya jika ini kan skemanya adalah G2G. Jadi untuk ini akibat itu nan saya maksudkan," tambahnya. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com