Emiten Kesehatan (MDLA) Tebar Dividen Rp 176,5 Miliar, 45% dari Laba Bersih 2025

Sedang Trending 54 menit yang lalu
RUPST PT Medela Potentia Tbk (MDLA). Foto: MDLA.

Emiten kesehatan, PT Medela Potentia Tbk (MDLA), menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 176,55 miliar alias setara dengan Rp 12,6 per saham alias 45 persen dari untung bersih perseroan pada 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (12/5).

Sekretaris Perusahaan, Wimala Widjaja, menyampaikan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham secara konsisten sejak Perseroan menjadi perusahaan terbuka. Pada tahun sebelumnya, Perseroan membagikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih.

“Perseroan mempertahankan dividen reguler sebesar 40 persen dari untung bersih, sekaligus menambahkan dividen tambahan sebesar 5 persen. Total dividen nan dibagikan mencapai Rp 12,6 per saham, meningkat 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.” ujar Wimala dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Pencatatan saham PT Medela Potentia Tbk (MDLA) di Kantor BEI, Selasa (15/4/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Berikut agenda pembagian dividen tunai:

• Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 22 Mei 2026

• Cum Dividen di Pasar Tunai: 26 Mei 2026

• Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 25 Mei 2026

• Ex Dividen di Pasar Tunai: 29 Mei 2026

• Recording Date: 26 Mei 2026

• Pembayaran Dividen Tunai: 17 Juni 2026

Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Krestijanto Pandji dari jabatannya sebagai Direktur Utama. "Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Krestijanto Pandji dalam penguatan tata kelola perusahaan, percepatan transformasi bisnis, dan peningkatan keahlian korporasi serta daya penyesuaian perusahaan," jelasnya.

Selanjutnya, RUPS mengangkat Juliwaty sebagai Direktur Utama. Juliwaty sebelumnya merupakan Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica (AAM) nan merupakan entitas anak PT Medela Potentia Tbk, serta mempunyai pengalaman panjang di industri kesehatan. Perubahan susunan Direksi ini diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan Perseroan sekaligus meningkatkan keahlian perusahaan dalam menghadapi dinamika industri kesehatan.

“Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi organisasi serta mendorong percepatan strategi upaya Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Wimala.

video story embed

Berikut susunan dewan dan komisaris terbaru perseroan:

Direksi:

• Direktur Utama: Juliwaty

• Direktur: Wimala Widjaja

• Direktur: Edbert Orotodan

Dewan Komisaris:

• Komisaris Utama: Stanley Ch. Budihardja

• Komisaris Independen: Lukas Setia Atmaja, M.Sc.

Dalam pengembangan upaya perangkat kesehatan, Perseroan saat ini tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan perangkat kesehatan dunia sebagai bagian dari upaya diversifikasi upaya dan peningkatan nilai tambah portofolio.

Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk, Harris Lesmana, menyampaikan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan prasarana distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di upaya perangkat kesehatan dengan mitra dunia untuk menghadirkan produk berbobot nan diproduksi di dalam negeri,” ujar Harris.

Pada tahun 2026, MDLA menunjukkan keahlian nan solid sepanjang kuartal pertama. Pendapatan perseroan tumbuh positif 3,4 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya, sehingga mendorong untung periode melangkah naik 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Pertumbuhan pendapatan dan peningkatan untung ini didorong oleh keahlian penjualan produk farmasi dan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi.

Di tengah kondisi ekonomi nan tetap penuh tantangan, MDLA sukses mengantongi penjualan neto Rp 4,03 triliun hingga 31 Maret 2026, meningkat dibandingkan Rp 3,9 triliun nan dicatatkan pada kuartal I 2025.

Penjualan produk farmasi menjadi kontributor utama dengan Rp 3,26 triliun, lebih tinggi dari Rp 2,7 triliun pada periode nan sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan perangkat kesehatan berkontribusi sebesar Rp 394,5 miliar dan produk kesehatan Rp 380,2 miliar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan