Harga Bensin Melonjak, Restoran Cepat Saji Mumet Penjualan Turun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Melonjaknya nilai bensin di Amerika Serikat (AS) akibat bentrok dengan Iran mulai dirasakan oleh restoran sigap saji. Misalnya restoran Applebee's nan melaporkan adanya perlambatan penjualan sejak Maret 2026.

Perang AS dengan Iran telah menyebabkan nilai bensin rata-rata nasional lebih dari US$ 4,50 per galon.

Berdasarkan survei terhadap pengemudi nan dilakukan oleh Numerator menemukan bahwa 43% responden telah mengurangi makan di luar dan membeli makanan siap saji sejak nilai bensin mulai naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulan Maret dan April lebih lesu dibandingkan Januari dan Februari, terutama dengan konsumen nan berorientasi pada nilai nan kami lihat lebih sering tinggal di rumah alias makan di tempat pengganti dengan biaya lebih rendah, dan kami mengaitkan perihal itu dengan nilai bensin secara unik dan perekonomian secara umum," ujar John Peyton, CEO Applebee's dan Dine Brands dikutip dari CNBC, Senin (11/5/2026).

"Kami tahu bahwa ketika nilai bensin mulai melewati US$ 3,50, itu bakal mempengaruhi tamu kami," sambungnya.

Untuk menarik konsumen, Applebee's mempercepat peluncuran menu spesial "Makan Sepuasnya". Mulai Senin, pengguna dapat makan udang, sayap ayam tanpa tulang, iga, dan kentang goreng sepuasnya hanya dengan US$ 15,99.

Restoran sigap saji asal Mexico, Chipotle, juga melaporkan adanya penurunan penjualan pada bulan Maret. Namun CFO Chipotle Adam Rymer mengatakan penjualan saat ini sudah membaik.

"Pada bulan Maret, terjadi sedikit penurunan tren penjualan kami tepat di sekitar waktu dimulainya bentrok Iran," katanya.

Sementara itu, CEO McDonald's Chris Kempczinski buka bunyi soal nilai bensin nan melonjak terhadap penjualan produknya.

Chris mengatakan dari lonjakan nilai bensin ini paling besar dirasakan konsumen berpenghasilan rendah nan sudah terbebani biaya hidup tinggi, mulai dari sewa hingga shopping kebutuhan pokok.

"Jelas, ketika nilai bensin tinggi, nan merupakan rumor utama nan menurut saya sedang kita lihat di media saat ini, nilai bensin, inflasi nan menyertainya, itu bakal berakibat tidak proporsional pada konsumen berpenghasilan rendah," jelas Chris.

McDonald's tetap mencatat pertumbuhan penjualan gerai nan sama sebesar 3,7% pada kuartal pertama. Hal ini ditopang promosi menu murah untuk konsumen irit dan paket premium untuk pengguna berpendapatan tinggi.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance