Menlu Kanada: NATO Tidak Pernah Lebih Penting daripada Saat Ini

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Anita Anand mengatakan aliansi NATO yang "tangguh" dapat mengatasi kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selain itu, NATO tetap krusial untuk menopang keamanan Barat dalam menghadapi Rusia.

"NATO sebagai aliansi pertahanan nan berkomitmen pada keamanan kolektif tidak pernah lebih krusial daripada saat ini," kata Anand dilansir AFP dalam sebuah wawancara di Brussels, Senin (11/5/2026).

Diplomat utama Kanada tersebut berjumpa dengan rekan-rekan dari 27 negara Uni Eropa dalam demonstrasi terbaru dari pendalaman hubungan di tengah gejolak dunia nan disebabkan oleh Trump.

Ottawa telah meningkatkan hubungan dengan Uni Eropa dan mitra-mitra kunci lainnya sebagai bagian dari upaya Perdana Menteri Mark Carney untuk meningkatkan kerja sama antara "kekuatan menengah".

"Uni Eropa merupakan aspek nan sangat krusial dari upaya Kanada untuk mendiversifikasi perdagangan, dan kami bakal terus membangun rantai pasokan, membangun hubungan perdagangan sehingga kami dapat menggandakan perdagangan non-AS selama 10 tahun ke depan," katanya.

"Pada akhirnya, itulah nan kudu menjadi tujuan kita, lantaran kita memandang adanya perubahan total dalam tatanan perdagangan global."

Anand--yang juga mengadakan pembicaraan dengan kepala NATO Mark Rutte--menolak dugaan bahwa Trump telah secara fatal melemahkan aliansi pertahanan tersebut.

"Sama sekali tidak-NATO adalah aliansi nan tangguh," katanya.

"Wajar jika negara-negara personil mempunyai pendapat nan berbeda, tetapi ketangguhan organisasi ini berfaedah kita bersatu, melakukan percakapan nan sulit, dan keluar dari percakapan tersebut dengan komitmen terhadap pertahanan dan keamanan kolektif."

Trump telah mengguncang aliansi berumur 77 tahun ini lantaran dia mengecam sekutu Eropa atas tanggapan mereka terhadap perangnya dengan Iran. Washington membikin Eropa tegang dengan mengatakan bakal menarik 5.000 pasukan dari Jerman di tengah perselisihan antara Trump dan Kanselir Friederich Merz.

Anand menunjuk pada area seperti mengatasi aktivitas Rusia di Arktik sebagai perihal krusial bagi konsentrasi NATO--dan wilayah di mana negaranya mempunyai peran utama.

NATO telah meningkatkan intervensi di wilayah Arktik sebagai bagian dari kesepakatan dengan Trump untuk membuatnya membatalkan rencananya atas wilayah Greenland milik Denmark.

"Kita perlu mundur selangkah dan mengatakan, apa nan terbaik bagi 32 negara personil dari perspektif pandang keamanan kolektif pada saat ini ketika lingkungan ancaman dunia berubah begitu cepat," katanya.

Anand--yang menjadi tuan rumah berbareng konvensi dengan Uni Eropa tentang pemulangan anak-anak Ukraina nan dideportasi oleh Rusia--juga memuji "ketahanan" Kyiv lantaran sukses membalikkan situasi jelek di medan perang.

"Ukraina tetap sukses mempertahankan integritas teritorialnya," katanya.

Upaya nan dipimpin AS untuk menengahi pengakhiran perang Moskow sebagian besar telah mereda lantaran Washington telah konsentrasi pada Iran. Anand mengatakan bahwa mengingat pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Amerika Serikat tetap mempunyai peran kunci untuk dimainkan.

"Presiden Zelensky sendiri telah mengatakan bahwa krusial bagi Amerika Serikat untuk tetap berada di meja perundingan, dan bahwa Amerika Serikat diperlukan dalam proses negosiasi ini," katanya.

"Posisi Kanada selalu sama, kami mendukung Presiden Zelensky. Pandangannya tentang apa nan terbaik untuk Ukraina juga merupakan pandangan kami tentang apa nan terbaik untuk Ukraina."

(rfs/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News