Eks Dirut GOTO Buka-bukaan di Sidang Banding Nadiem Makarim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT AKAB/PT GOTO periode 2015-2023 Andre Sulistyo datang sebagai saksi dalam sidang banding lanjutan dengan terdakwa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim di Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Dalam kesaksiannya, Andre menyebut tidak pernah ada duit Rp 809 miliar dalam transaksi antara PT AKAB dan PT Gojek Indonesia (PT GI) nan masuk, diterima, alias dinikmati Nadiem saat tetap menjabat sebagai menteri.

“Tidak ada duit satu sen pun nan masuk di luar ekosistem kas PT AKAB alias PT GI,” ujar Andre dalam sidang, Rabu (12/8/2026).

Dia kemudian menjelaskan transaksi antara PT AKAB dan PT GI terjadi pada Oktober 2021. Saat itu, perusahaan tengah mempersiapkan diri untuk menjadi perusahaan publik (IPO), nan akhirnya terlaksana pada April 2022.

“Kami secara manajemen memutuskan untuk melakukan restrukturisasi terhadap anak-anak perusahaan. Kenapa? Karena tujuannya adalah untuk menyederhanakan daripada struktur kepemilikan perusahaan dengan anak-anak perusahaannya. Salah satu nan termasuk direstrukturisasi tersebut adalah hubungan antara PT AKAB dengan PT GoTo (maksudnya entitas induk) dengan PT Gojek Indonesia pada saat itu,” papar Andre.

Pada saat itu, lanjut Andre, PT Gojek Indonesia mempunyai utang kepada PT AKAB sebesar Rp809 miliar.

“Apa nan terjadi adalah kami PT AKAB dengan persetujuan seluruh pemegang saham di PT Gojek Indonesia, mengeluarkan saham baru, bukan membeli saham dari pemegang saham nan eksisting. Yakni mengeluarkan saham baru dengan jumlah sesuai Rp 809 miliar tersebut,” papar Andre.

Andre menjelaskan, biaya tersebut kemudian digunakan untuk setoran saham baru dan masuk ke kas PT Gojek Indonesia. Transaksi tersebut dilakukan pada 13 Oktober 2021.

“Jumlah sahamnya mungkin sudah ada di dalam dokumen. Dan nan kejadian adalah duit nan ditransfer dari PT AKAB terhadap PT Gojek Indonesia adalah untuk setoran saham baru. Jadi duit tersebut masuk ke dalam kas perusahaan PT Gojek Indonesia. Kejadiannya tanggal 13 Oktober 2021,” sambung dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita