Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Ini Dukungan untuk Santri dan Madrasah

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta -

Pemerintah menjalankan sejumlah program untuk mendukung pendidikan pembimbing madrasah, santri, dan siswa madrasah selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut meliputi peningkatan tunjangan guru, penyaluran beasiswa, jasa kesehatan, pemenuhan gizi siswa, hingga penguatan kelembagaan pesantren.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan support terhadap pembimbing madrasah, santri, dan pesantren terus diperkuat, terutama bagi golongan nan selama ini belum mendapatkan afirmasi kebijakan secara optimal.

"Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama memastikan pembimbing madrasah, santri, dan pesantren nan lama belum tersentuh afirmasi kebijakan secara optimal sekarang mendapat pengakuan dan support nan setara," ujar Syahganda dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu program nan dijalankan adalah peningkatan akses pembimbing madrasah terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jumlah peserta PPG di lingkungan Kementerian Agama meningkat dari 29.933 orang pada 2024 menjadi 206.411 orang pada 2025.

Pada periode nan sama, tunjangan pembimbing non-ASN naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan. Syahganda mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pengakuan profesionalitas pembimbing dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Peran pembimbing ini krusial dalam membangun kualitas pendidikan nan tidak hanya berorientasi pada keahlian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan adab peserta didik," tambah Syahganda.

Selain support bagi guru, pemerintah juga menyalurkan support pendidikan bagi santri dan mahasiswa. Sepanjang 2025-2026, danasiwa Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah disalurkan dengan nilai total Rp 7 triliun bagi anak-anak pesantren dan mahasiswa.

Di bagian kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau lebih dari tiga juta siswa dan santri. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 6,3 juta siswa madrasah dan santri.

Menurut Syahganda, support biaya pendidikan, jasa kesehatan, dan pemenuhan gizi diharapkan dapat membantu anak-anak dari family sederhana melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.

"Dengan support biaya pendidikan, jasa kesehatan, dan pemenuhan gizi, anak-anak dari family sederhana diharapkan mempunyai kesempatan lebih besar untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka," tambah Syahganda.

Pemerintah juga memperkuat kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren pada Maret 2026. Pembentukan direktorat tersebut sebelumnya telah diusulkan sejak 2019.

Keberadaan direktorat jenderal ini ditujukan untuk mendukung sekitar 42 ribu pondok pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan, perlindungan santri, dan pengembangan kemandirian ekonomi.

Syahganda mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung pembentukan generasi santri dan siswa madrasah nan mempunyai keahlian akademik, akhlak, serta sikap menghargai keberagaman.

"Inilah fondasi untuk mencetak generasi santri dan madrasah nan unggul, berakhlak, dan rukun dalam perbedaan. Seluruh langkah itu sejalan dengan tema Hari Santri 2026, ialah 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas'," ujarnya.

Peringatan Hari Santri 2026 mengangkat tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Dukungan terhadap pendidikan keagamaan menjadi salah satu rumor nan disorot pemerintah dalam rangkaian kebijakan selama dua tahun terakhir.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑