Drone Rusia Hantam 2 Kapal Sipil di Laut Hitam

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Drone Rusia Hantam 2 Kapal Sipil di Laut Hitam Kapal perang(Antara)

SERANGAN drone Rusia kembali menyasar jalur pelayaran di Laut Hitam. Dua kapal sipil dilaporkan terkena serangan pada Kamis (18/6) malam waktu setempat, menyebabkan satu awak kapal tewas dan lima lainnya terluka.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Kuleba pada Jumat (19/6) mengatakan salah satu drone menghantam kapal berbendera Panama. Serangan itu menewaskan seorang awak kapal serta melukai dua orang lainnya.

Kapal kedua nan menjadi sasaran merupakan kapal berbendera Saint Kitts dan Nevis. Tiga awak kapal dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. “Ini menjadi bukti lain bahwa Rusia sedang melancarkan perang terhadap kebebasan navigasi, perdagangan internasional, dan keamanan pangan dunia,” kata Kuleba.

Meski mengalami serangan, kedua kapal disebut tetap melanjutkan pelayaran setelah kondisi dinilai aman. Informasi tersebut disampaikan oleh gubernur wilayah Odesa, area pelabuhan utama Ukraina di pesisir selatan.

Gelombang serangan Rusia tidak berakhir di Laut Hitam. Pada Jumat pagi, serangan kembali menghantam wilayah daratan Ukraina. Gubernur Dnipropetrovsk Oleksandr Ganzha melaporkan seorang anak wanita berumur delapan tahun tewas dalam serangan di Kota Pavlograd, wilayah Ukraina bagian tengah-timur.

Di wilayah Kharkiv, dekat perbatasan Rusia, jasa darurat Ukraina menyebut sedikitnya 10 orang terluka. Korban luka termasuk empat anak-anak. Serangan terbaru ini menambah panjang daftar kejadian nan menyasar prasarana sipil dan jalur logistik Ukraina sejak invasi Rusia dimulai nyaris empat tahun lalu.

Pemerintah Ukraina menilai serangan terhadap kapal-kapal nan menuju alias meninggalkan pelabuhan mereka merupakan bagian dari upaya Rusia untuk melumpuhkan perekonomian negara tersebut.

Kyiv berulang kali menuduh Moskow menjalankan kampanye “teror ekonomi” dengan menargetkan pelabuhan, penyimpanan pangan, serta jalur ekspor utama Ukraina. Di sisi lain, Rusia membantah sengaja menyerang sasaran sipil. Moskow sebelumnya telah memperingatkan bahwa kapal nan berlayar menuju pelabuhan Ukraina berpotensi dianggap membawa muatan militer. (AFP/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia