Felldy Utama
, Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |13:52 WIB

Ilustrasi.
JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mendesak pemerintah dan abdi negara keamanan bergerak sigap menyelamatkan 9 anak wanita nan disandera golongan pidana bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia menegaskan, tindakan penyanderaan terhadap anak-anak di bawah umur merupakan pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) nan tidak bisa ditoleransi.
Mafirion menyoroti kondisi psikologis dan keselamatan bentuk para korban nan berpacu dengan waktu di area konflik. Menurutnya, golongan rentan seperti wanita dan anak kerap diposisikan dalam kerentanan berlapis nan membahayakan masa depan mereka.
"Setiap waktu sangat berharga. Ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan keselamatan dan masa depan anak-anak. Mereka semestinya berada di lingkungan aman, mendapatkan pendidikan, dan tumbuh tanpa rasa takut," kata Mafirion, Kamis (20/8/2026).
Legislator PKB ini mengingatkan agar operasi pembebasan dilakukan secara presisi dan terukur. Langkah penanganan tidak boleh spekulatif agar tidak menempatkan nyawa para sandera dalam akibat nan lebih besar.
"Yang paling utama adalah gimana sembilan anak ini bisa kembali kepada family dalam keadaan selamat. Aparat dan pihak mengenai kudu bekerja secara terpadu dengan kalkulasi matang, tetapi tetap bergerak cepat," tegasnya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·