Polisi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan di Cianjur: Rem Truk Diduga Bocor

Sedang Trending 12 menit yang lalu
Truk tabrak 2 mobil dan 2 motor di area Puncak Cianjur, Jumat (21/8/2026). Foto: kumparan

Polisi mengungkap kronologi kecelakaan beruntun nan melibatkan lima kendaraan di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut menyebabkan empat orang meninggal bumi dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi mengatakan, kecelakaan bermulai ketika sebuah mobil box melaju dari arah Puncak menuju Cianjur.

Saat berada di letak kejadian, mobil box tersebut lebih dulu menabrak mobil Suzuki Ertiga nan melaju searah dari Puncak menuju Cianjur. Beruntung, pengemudi maupun penumpang Ertiga tidak mengalami kondisi fatal. Kendaraan tersebut hanya mengalami kerusakan pada bagian kanan belakang.

"Di TKP itu nabrak dulu Ertiga nan satu arah dari arah Puncak ke Cianjur. Ertiga itu tertabrak, terpental itu tidak ada apa-apa, hanya kerusakan kendaraan saja sebelah kanan belakang," ujarnya saat dihubungi usai gelar perkara, Sabtu (22/8).

Setelah menabrak Ertiga, mobil box kemudian bergerak ke kanan dan berbenturan dengan Toyota Avanza nan melaju dari arah berlawanan, ialah dari Cianjur menuju Puncak.

Benturan tersebut membikin Avanza terpental hingga menghantam tembok. Tiga orang nan berada di dalam Avanza meninggal bumi dalam kecelakaan tersebut.

"Si mobil lari ke kanan berbenturan dengan kendaraan Avanza nan dari arah Cianjur menuju ke Puncak. Nah, ini nan menyebabkan tiga meninggal itu nan di Avanza," tutur Aang.

Mobil box kemudian kembali oleng dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy. Pengendara Scoopy juga menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

"Si mobil oleng ke kanan, berbenturan lagi dengan Scoopy. Nah, Scoopy ini meninggal, jadi empat itu: di Avanza tiga, Scoopy satu," katanya.

Setelah menabrak Scoopy, pengemudi mobil box berupaya menghindari kendaraan lain dengan membanting setir. Namun, mobil justru terguling hingga sejauh sekitar 20 meter.

Mobil box nan terguling kemudian kembali berbenturan dengan sepeda motor Honda Beat. Beruntung, pengendara Beat hanya mengalami luka ringan.

"Setelah berbenturan dengan Scoopy, dia ngebanting, tadinya mau menghindar, akhirnya kendaraan itu terguling. Terguling sejauh 20 meter, setelah itu berbenturan juga dengan motor Beat. Namun, jika motor Beat luka ringan," ujar Aang.

Dengan demikian, terdapat lima kendaraan nan terlibat dalam kecelakaan tersebut, ialah satu mobil box, Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Honda Scoopy, dan Honda Beat.

Aang menegaskan, penyebab pasti kecelakaan tetap dalam penyelidikan. Polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan teknis dari Dinas Perhubungan.

"Dari teknisi tidak mengatakan bahwa terjadinya kecelakaan itu lantaran kandas kegunaan pengereman. Tapi bahwa di mobil itu ditemukan adanya kebocoran di rem," katanya.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pengemudi tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika.

"Dari hasil pemeriksaan, kami langsung laksanakan tes urine negatif semuanya, tes alkohol juga negatif, tidak ada," ujar Aang.

Menurutnya, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi mobil box kaget usai menabrak Ertiga. Pengemudi kemudian membanting setir ke kanan hingga menabrak Avanza, lampau membanting ke kiri dan mengenai Scoopy.

"Kalau ngantuk gitu tidak, hanya lantaran dia itu kaget. Setelah nabrak Ertiga itu kaget, dia membanting ke kanan rupanya ada Avanza. Nah, dari situ ngebanting ke kiri ada Scoopy. Dari segitulah terguling," tuturnya.

Polisi sekarang tetap melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi serta para saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan