DPR Apresiasi Langkah Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah duit kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping duit kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata duit di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan apresiasi kepada upaya Bank Indonesia nan telah melakukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dengan Gubernur People’s Bank of China (PBOC), Pan Gongsheng, nan ditandatangani pada 11 Juni 2026 di Shanghai, China.

Selain BCSA, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) nan diperluas mencakup wilayah Hong Kong. Proses penandatanganan ini juga melibatkan Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue.

Kesepakatan tersebut memungkinkan transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong dilakukan dengan menggunakan mata duit rupiah alias renmimbi tanpa kudu berjuntai pada dolar Amerika Serikat.

Dasco menilai langkah ini merupakan inisiatif serius dari Bank Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi dagang.

"Kami memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas langkah nyata ini. Penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dengan renmimbi untuk transaksi Indonesia-China dan Hong Kong adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi rupiah dan mengurangi ketergantungan kita terhadap dolar AS," ujar Dasco, Minggu (14/6).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat ketua DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Ia menyoroti bahwa kesepakatan ini menjadi sangat krusial mengingat nilai ekspor-impor Indonesia dengan China pada tahun 2025 lampau tercatat mencapai USD 154,5 miliar.

Selain perihal LCT, Dasco juga menyoroti integrasi QRIS lintas pemisah antara Indonesia dan China. Sistem ini diketahui telah terhubung dengan 191 penyedia jasa di China dan 24 penyedia jasa di Indonesia. Implementasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha dari kedua negara dalam melakukan transaksi lintas negara.

"Ini adalah upaya nan sangat serius dari BI untuk menjaga stabilitas rupiah. Digitalisasi pembayaran melalui QRIS lintas negara juga bakal memberikan kemudahan nyata bagi pelaku upaya kita untuk bertransaksi langsung dengan mitra di China," ucap Dasco.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan