DPR Apresiasi Kenaikan Anggaran Perpusnas untuk 2027

Sedang Trending 2 jam yang lalu
DPR Apresiasi Kenaikan Anggaran Perpusnas untuk 2027 Ilustrasi(Dok spesial )

ANGGOTA Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies mengapresiasi adanya peningkatan pagu anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut disampaikan Adela dalam rapat pembahasan anggaran Komisi X DPR RI berbareng Perpusnas. Dalam pembahasan tersebut, pagu anggaran Perpusnas Tahun Anggaran 2027 ditetapkan sebesar Rp417,725 miliar, meningkat sekitar 15,3% dibandingkan pagu Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp362,165 miliar.

“Untuk dapat terus meningkatkan kualitas SDM dan peningkatan nomor literasi di Indonesia, fraksi partai Golkar terus mendorong untuk adanya kenaikan pagu Anggaran secara lebih signifikan. Oleh lantaran itu, fraksi Partai Golkar menyetujui pagu anggaran tersebut. Komisi X DPR RI juga menerima usulan tambahan anggaran Perpusnas sebesar Rp307,774 miliar guna memperkuat beragam program strategis literasi, terutama di wilayah pedesaan dan wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T),” kata dia dikutip dari siaran pers nan diterima, Selasa (8/9).

Adela menilai peningkatan anggaran tersebut merupakan corak perhatian pemerintah terhadap pembangunan budaya literasi dan penguatan ekosistem perpustakaan di Indonesia.

“Saya senang memandang adanya tambahan pagu anggaran untuk Perpusnas pada tahun 2027. Tentu kita berambisi tambahan anggaran ini betul-betul dapat diterjemahkan menjadi program nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat,” ujar Adela.

Menurutnya, peningkatan anggaran perpustakaan kudu diikuti dengan peningkatan kualitas jasa dan akses masyarakat terhadap bahan referensi nan bermutu. Salah satu perihal nan menjadi perhatian Adela adalah penguatan perpustakaan di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan, perpustakaan sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat penyimpanan kitab pelajaran. Perpustakaan kudu menjadi ruang nan bisa menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, membangun daya kritis, sekaligus menjadi tempat nan menyenangkan bagi peserta didik untuk belajar.

“Perpustakaan sekolah kudu menyediakan bahan referensi nan berkualitas. Jangan hanya kitab pelajaran. Anak-anak kita memerlukan kitab cerita, pengetahuan pengetahuan, sejarah, budaya, teknologi, dan beragam referensi nan dapat memperkaya wawasan serta membangun karakter mereka,” jelasnya.

Adela juga menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap bahan referensi berkualitas, terutama bagi sekolah-sekolah nan berada di wilayah dengan keterbatasan akomodasi dan sumber daya. Menurutnya, pembangunan literasi tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah koleksi buku. Pemerintah juga perlu memastikan kitab dan bahan referensi tersebut betul-betul sampai kepada masyarakat dan dimanfaatkan secara optimal.

“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa banyak kitab nan tersedia, tetapi tidak memandang apakah kitab tersebut betul-betul dibaca dan memberikan faedah bagi anak-anak dan masyarakat,” tegas Adela.

Ia berambisi tambahan anggaran Perpusnas pada 2027 dapat diarahkan pada program-program nan mempunyai akibat langsung dan terukur terhadap peningkatan budaya baca masyarakat, penguatan perpustakaan sekolah, serta pemerataan akses literasi. Adela mengingatkan bahwa setiap rupiah nan berasal dari anggaran negara merupakan duit rakyat sehingga penggunaannya kudu dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan faedah sebesar-besarnya bagi masyarakat.

"Prinsipnya sederhana, setiap rupiah anggaran negara kudu memberikan faedah nyata bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan anggaran kudu dibarengi dengan peningkatan kualitas program, pelayanan, dan dampaknya bagi masyarakat,” pungkas Adela. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia