Awaludin
, Jurnalis-Rabu, 08 Juli 2026 |07:25 WIB

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Naninggolan (foto: dok ist)
JAKARTA – Great Institute mendorong Presiden Prabowo Subianto menunjukkan penghormatan diplomatik kepada Iran dengan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, alias melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus menegaskan posisi Indonesia di tengah perubahan geopolitik global.
Rekomendasi tersebut menjadi salah satu konklusi dalam Focus Group Discussion (FGD) berjudul "Peran Indonesia Pasca Perang Amerika–Iran" nan digelar GREAT Institute di Jakarta. Diskusi menghadirkan akademisi, diplomat, ekonom, peneliti, dan master geopolitik untuk membahas akibat bentrok Amerika Serikat-Iran terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Naninggolan, mengatakan bentrok tersebut telah membuka babak baru dalam dinamika geopolitik dunia. Menurutnya, Indonesia perlu merespons perubahan tersebut dengan memperkuat arah kebijakan luar negeri nan berdasarkan kepentingan nasional.
"Indonesia mempunyai modal besar sebagai negara Muslim terbesar di dunia, personil G20, ASEAN, BRICS, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Potensi itu kudu dimanfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga tokoh nan ikut menentukan arah perkembangan kawasan," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Dalam forum tersebut, para peserta menilai persaingan dunia sekarang tidak lagi semata berjalan melalui kekuatan militer. Rivalitas antarnegara juga terjadi melalui perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, diplomasi, penguasaan teknologi, hingga perebutan pengaruh di area strategis.
Karena itu, Indonesia dinilai perlu merumuskan kembali kepentingan nasional (national interest) secara lebih jelas sebagai landasan penyusunan kebijakan luar negeri. Tanpa arah nan tegas, diplomasi Indonesia dikhawatirkan bakal berkarakter reaktif dalam menghadapi beragam krisis internasional.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·