Dongeng Tanjung Verde di Piala Dunia, Dari Layar Ponsel Menuju Duel Lawan Argentina

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Dongeng Tanjung Verde di Piala Dunia, Dari Layar Ponsel Menuju Duel Lawan Argentina Tanjung Verde mencetak sejarah usai lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Negara berpenduduk 500 ribu jiwa itu sekarang bersiap menghadapi juara memperkuat Argentina.(FIFA)

TANJUNG Verde menciptakan salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia 2026 setelah lolos ke babak 32 besar dan bakal menantang juara memperkuat Argentina, memperlihatkan panggung sepak bola terbesar bumi sekarang semakin terbuka bagi negara negara kecil.

Momen para pemain Tanjung Verde bergerombol mengelilingi sebuah ponsel pandai untuk menyaksikan detik detik terakhir kemenangan Spanyol atas Uruguay menjadi gambaran emosional perjalanan berhistoris mereka di Piala Dunia 2026. Begitu hasil akhir memastikan kelolosan, skuad langsung larut dalam selebrasi berbareng pendukung di tribun.

Negara kepulauan dengan populasi sekitar 500.000 jiwa itu memastikan tiket ke babak 32 besar usai finis sebagai runner up Grup H. Mereka sekarang dijadwalkan menghadapi juara bumi Argentina di Miami.

Pelatih Tanjung Verde, Bubista, sebelumnya menegaskan Piala Dunia bukan hanya milik negara negara besar sepak bola. Menurutnya, turnamen ini juga menjadi ruang bagi tim nan datang dengan keterbatasan tetapi bisa bersaing melalui kerja keras dan semangat kolektif.

Gelandang Tanjung Verde, Deroy Duarte, mengaku susah mempercayai pencapaian tersebut. "Sejujurnya, ini gila. Saya merasa seperti berada di dalam mimpi," kata Duarte dikutip dari CNA.

Duarte mengatakan tampil di Piala Dunia merupakan angan nan telah dia bawa sejak kecil. "Sejak tetap anak anak, saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia," sebutnya.

Pemain nan terpilih sebagai pemain terbaik pada laga penentuan itu juga menilai pencapaian tersebut berada di luar bayangannya. "Menjadi pemain terbaik pertandingan dan mencetak sejarah adalah sesuatu nan tidak pernah bisa saya bayangkan sebelumnya," katanya.

Perjalanan Tanjung Verde menuju fase gugur dibangun melalui konsistensi. Mereka melaju tanpa kemenangan dengan mengoleksi tiga hasil imbang, termasuk penampilan disiplin saat menahan Spanyol pada laga pembuka nan menarik perhatian pencinta sepak bola dunia.

Meski bakal menghadapi tantangan berat melawan Lionel Messi dan rekan rekan, skuad Tanjung Verde belum mau memikirkan tekanan pertandingan berikutnya. "Pertama, mari kita merayakan ini. Kami sangat bahagia. Mari berambisi seluruh masyarakat Tanjung Verde juga bahagia. Mulai besok, kami bakal konsentrasi pada pertandingan berikutnya," sebut Duarte.

Saat ditanya mengenai duel melawan Argentina, Duarte tetap menunjukkan optimisme. "Pertandingan itu melawan Argentina, bukan? Pertandingan nan sulit, tetapi mari kita percaya. Segalanya mungkin terjadi," imbuhnya.

Tanjung Verde sendiri sukses menahan seri Arab Saudi dengan skor 0-0 di Houston Stadium, pada Sabtu (27/6). Atas hasil itu, Arab Saudi pun dipastikan tak lolos ke putaran selanjutnya Piala Dunia 2026 setelah finis di dasar klasemen Grup H. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia