Dolar Menguat, Harga Laptop di Indonesia mulai Terkerek Naik

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Dolar Menguat, Harga Laptop di Indonesia mulai Terkerek Naik Penguatan dolar AS berakibat pada nilai laptop di Indonesia.(MI/Elisa Rodalind)

PENGUATAN nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan ketergantungan industri teknologi terhadap rantai pasok dunia mulai menekan nilai laptop di pasar Indonesia. Kondisi ini memaksa produsen melakukan penyesuaian nilai perangkat guna menjaga stabilitas operasional di tengah perubahan mata duit global.

Product Manager Acer Indonesia, Matius John Tirtawirya, mengonfirmasi bahwa kenaikan nilai tukar dolar berakibat langsung pada biaya produksi dan distribusi. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan industri pada komponen teknologi nan kebanyakan berasal dari rantai pasok global.

“Ya tentunya nilai dari laptop-laptop sedikit lebih tinggi,” ujar John dalam aktivitas Exclusive Hands-on Session “Predator Gaming Indonesia Perkenalkan Aspire 7 Pro Generasi Terbaru” di Jakarta, Rabu (12/8).

Strategi Menjaga Daya Beli

Menyikapi tekanan ekonomi tersebut, Acer berupaya mempertahankan daya beli masyarakat dengan mengedepankan prinsip value for money. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui peluncuran lini Aspire 7 nan dirancang untuk memenuhi kebutuhan performa namun tetap dengan nilai kompetitif.

Selain penyesuaian lini produk, Acer juga menggencarkan beragam program promosi. Langkah ini diambil agar kenaikan nilai tidak menjadi penghalang bagi konsumen nan memerlukan perangkat untuk bekerja maupun aktivitas harian.

John mencatat bahwa konsumen di Indonesia, terutama pada segmen mainstream, sangat sensitif terhadap perubahan harga. Oleh lantaran itu, kesiapan produk nan terjangkau menjadi prioritas perusahaan di tengah tekanan biaya global.

Tren Pembelian Tetap Stabil

Meski terjadi kenaikan harga, Acer memandang pola pembelian konsumen belum menunjukkan perubahan nan drastis. Menurut John, kebutuhan terhadap perangkat komputasi tetap tinggi pada segmen-segmen tertentu.

“Untuk tren mungkin tidak begitu signifikan, lantaran memang untuk segmen-segmen tertentu itu tetap ada sasaran market-nya nan pasti bakal membeli lantaran memang kebutuhannya sudah di situ,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Acer juga menawarkan elastisitas spesifikasi. Perusahaan menyediakan produk nan memungkinkan pengguna melakukan upgrade komponen di masa mendatang, sehingga konsumen tidak perlu mengganti unit secara keseluruhan saat kebutuhan performa meningkat.

Kondisi ini menegaskan bahwa pertimbangan nilai faedah terhadap nilai (value for money) sekarang menjadi aspek penentu utama bagi masyarakat Indonesia sebelum memutuskan membeli laptop baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia