Dokter Konsultan Anak Bagikan Tip Hadapi Perbedaan Pola Asuh dalam Keluarga

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Dokter Konsultan Anak Bagikan Tip Hadapi Perbedaan Pola Asuh dalam Keluarga Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta dr. Adhi Teguh Perma Iskandar Bunda Parenting Convention 2026 nan digelar pada Sabtu (8/8/2026). (MI/Elisa)

PERBEDAAN pola asuh dalam family antara ayah dan ibu tidak  selalu menjadi persoalan selama terdapat komunikasi nan baik di antara personil keluarga.

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta dr. Adhi Teguh Perma Iskandar mengatakan family perlu membangun komunikasi nan baik, terutama dengan orang-orang nan berada dalam lingkungan terdekat anak misalnya ayah, ibu, kakek, nenek, ataupun personil family lain.

Menurut Adhi tak masalah andaikan setiap personil family mempunyai style pengasuhan nan berbeda. Ada nan condong permisif dan memberikan banyak kebebasan kepada anak, sementara personil family lain mungkin lebih otoriter dalam menerapkan aturan. Perbedaan tersebut, menurutnya, justru dapat saling melengkapi andaikan dikomunikasikan dengan baik.

“Baiknya selalu ada komunikasi nan baik antara ayah, ibu, nenek, kakek, bibi, om nan ada terutama di lingkungan mini environment-nya. Jadi saling mengisi,” ujar Adhi dalam Bunda Parenting Convention 2026 nan digelar di Jakarta, Sabtu (8/8/2026). 

Dengan komunikasi nan baik, personil family dapat menyelaraskan langkah menghadapi anak tanpa kudu mempunyai pola asuh nan sepenuhnya sama. Hal nan krusial adalah memastikan aturan, batasan, serta respons terhadap kebutuhan anak tidak saling bertentangan secara ekstrem.

Single Parent

Dalam obrolan itu, dia juga memaparkan soal tantangan mengenai pengasuhan anak nan dialami orangtua tunggal alias single parent. Ia menjelaskan peran pengasuhan tidak kudu dilakukan seorang diri. Kakek, nenek, saudara, maupun orang dewasa lain nan dipercaya, dapat menjadi bagian dari lingkungan pendukung anak, selama terdapat komunikasi dan pemahaman mengenai kebutuhan anak.

Pendekatan ini, yjar dia, krusial lantaran kualitas pengasuhan dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

"Anak memerlukan lingkungan nan bisa memberikan rasa aman, batas nan jelas, perhatian, serta support nan konsisten," terang dia. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia