Dirut Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang BBM di Bali, Janji Tak Terulang Lagi

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Dirut Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang BBM di Bali, Janji Tak Terulang Lagi

Dirut Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang BBM di Bali, Janji Tak Terulang Lagi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) nan sempat memicu antrean panjang kendaraan di Bali akibat halangan pengedaran pasokan. Pertamina mengakui hambatan teknis pengiriman telah mengganggu kenyamanan publik dan berjanji segera menuntaskan pembenahan operasional.

"Saya atas nama Pertamina Group, sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati nan paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf nan sebesar-besarnya, dan kami berjanji serta berkomitmen bahwa kejadian ini tidak bakal terulang di kemudian hari," ujar Simon dalam bertemu pers di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Pertamina telah menggelar pertimbangan menyeluruh terhadap manajemen logistik untuk memastikan keandalan pasokan daya kembali terjaga secara berkelanjutan.

Simon menegaskan, kelancaran suplai bahan bakar merupakan prioritas utama perusahaan mengingat perannya nan sangat vital dalam menopang perekonomian masyarakat Pulau Dewata.

"Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, penyaluran, dan pengedaran energi, memastikan seluruh wilayah terlayani dengan baik, terlebih daya adalah degub nadi perekonomian Bali untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, serta aktivitas ekonomi lainnya," kata Simon.

Menyikapi krisis pasokan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun langsung memimpin rapat koordinasi penanganan pengedaran berbareng jejeran dewan Pertamina, BPH Migas, dan Pemerintah Provinsi Bali. Berdasarkan hasil pertimbangan lintas instansi, aktivitas pengisian bahan bakar di tingkat hilir sekarang telah pulih dan ritme penyaluran terus dijaga.

"Tadi saya mendapat laporan dari Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan teman-teman GM Pertamina di sini bahwa semua SPBU sudah melangkah normal, dan sekarang persediaan di Bali nan berada di posisi 11 sampai 12 hari mau saya tingkatkan menjadi 15 hari," kata Bahlil.

Keterlambatan pelayaran armada pengangkut dari Pulau Jawa diidentifikasi sebagai aspek utama nan sempat mengikis ketahanan stok harian di Pulau Dewata.

"Di beberapa hari kemarin lantaran ada keterlambatan dari kapal nan membawa BBM dari Jawa ke Bali, terjadi penurunan persediaan sekitar 3 sampai 4 hari, tetapi mulai hari ini rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari sehingga alhamdulillah sudah bisa teratasi," ucap Bahlil.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑