Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |18:18 WIB

Limbah cair pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara bakal diolah menjadi gas biometana terkompresi. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Limbah cair pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara bakal diolah menjadi gas biometana terkompresi (compressed biomethane gas/CBG) melalui proyek investasi senilai lebih dari USD5 juta. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beraksi secara komersial pada kuartal II-2028 dengan kapabilitas produksi lebih dari 102.000 MMBtu per tahun.
Proyek ini dikembangkan oleh PT reNIKOLA Primer Satu, anak perusahaan reNIKOLA Holdings Sdn Bhd, melalui kerja sama dengan PT Karya Pratama Niagajaya (KPNJ), perusahaan di bawah PT Mahkota Group Tbk. Gas nan dihasilkan bakal diserap oleh PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) berasas perjanjian jual beli selama 15 tahun.
Bahan baku gas berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME). Limbah tersebut diolah melalui proses anaerobik untuk menghasilkan biogas, nan kemudian dimurnikan menjadi biometana sebelum dikompresi dan dipasok kepada pembeli.
Fasilitas ini dibangun melalui skema build-own-operate-transfer (BOOT), ialah pengembangan akomodasi nan mencakup pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan pengalihan sesuai ketentuan perjanjian. Proyek tersebut merupakan pembangunan akomodasi baru alias greenfield di area pabrik kelapa sawit KPNJ di Sumatera Utara.
Pemanfaatan limbah cair menjadi biometana juga ditujukan untuk mengurangi pelepasan gas metana ke atmosfer. Proyek ini diperkirakan dapat menghindari emisi gas rumah kaca sekitar 28.000 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) per tahun.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·