Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |18:29 WIB

Dirut BEI soal Pengumuman MSCI Terbaru: Banyak Penilaian Positif (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum menetapkan status pengelompokkan terbaru untuk pasar saham Indonesia dalam laporan berkala nan dirilis hari ini, Jumat (19/6/2026) waktu Indonesia.
BEI meluruskan kesimpangsiuran info di kalangan pelaku pasar dan menyatakan bahwa agenda tinjauan alias review resmi baru bakal berjalan pada 23 Juni 2026 dalam tinjauan berjudul MSCI Annual Market Classification Review.
BEI meminta para penanammodal untuk bersikap objektif dan tidak memperkirakan sembari menunggu keputusan dari lembaga indeks dunia tersebut.
Dalam laporan nan dipublikasikan hari ini, bursa tidak menemukan adanya pernyataan tertulis nan menegaskan posisi pengelompokkan pasar modal tanah air.
Direktur Utama terpilih BEI Jeffrey Hendrik menekankan soal kepastian mengenai apakah Indonesia tetap memperkuat di kelas pasar berkembang (Emerging Market) alias bergeser, baru bakal terjawab dalam agenda pertimbangan pekan depan.
"Ya jika dari MSCI dalam laporan hari ini kami tidak memandang ada penegasan (Status pasar saham RI) itu apakah bakal disampaikan dalam kesempatan lain alias memang tidak bakal pernah disampaikan secara tegas. Itu kan menjadi kewenangan dari MSCI. Ya agenda nan kita dapat begitu (MSCI Annual Market Classification Review)," ujar Jeffrey saat berbincang dengan awak media di instansi BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Jeffrey menjabarkan bahwa di luar proses penentuan status tersebut, BEI terus berkomitmen menjalankan beragam langkah pembenahan di internal bursa secara komprehensif.
Upaya ini meliputi pemutakhiran prasarana perdagangan secara konsisten, penyempurnaan payung regulasi, serta penguatan sistem pengawasan pasar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·