Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2026 |17:05 WIB

Dirut BEI Akan Klarifikasi MSCI soal Emiten Tak Pakai Bahasa Inggris (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal meminta penjelasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai penurunan penilaian pada aspek Information Flow (arus informasi) dari kategori positif (+) menjadi negatif (-).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menekankan langkah ini diambil merespons sorotan MSCI nan menilai bahwa info rinci mengenai pasar saham domestik belum selalu disajikan dalam bahasa Inggris, sehingga dinilai membatasi aksesibilitas bagi para penanammodal internasional.
BEI memandang konfirmasi ini sangat krusial lantaran izin bursa sebenarnya telah mewajibkan penyajian laporan dalam dua bahasa. Seturut itu, bursa berkomitmen untuk menjadwalkan agenda obrolan unik demi membedah poin-poin nan menjadi perhatian lembaga pemeringkat indeks dunia tersebut.
Langkah ini pula dilakukan secara proaktif agar bursa dapat mengidentifikasi letak halangan komunikasi bahasa nan dipermasalahkan secara mendetail.
"Kami bakal melakukan pertemuan lagi untuk melakukan penjelasan atas beberapa poin nan menjadi concern. Ya misalnya ada info nan tidak tersedia dalam bahasa Inggris. Nah itu info nan mana ya," ujar Jeffrey saat berbincang dengan awak media di instansi BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Jeffrey menitiberatkan dengan izin nan bertindak di bursa, seluruh laporan finansial emiten wajib disampaikan dalam dua bahasa, ialah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Oleh lantaran itu, BEI mau mencari tahu lebih lanjut arsip alias info spesifik mana nan dirujuk oleh MSCI sebagai info nan belum tersedia dalam Bahasa Inggris.
Pihak bursa juga mau menelusuri apakah celah info nan dikeluhkan tersebut berada di bawah kendali penyediaan info internal bursa, alias berasal dari komponen lain di ekosistem pasar modal.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·