Di Sidang Tahunan, Muzani Sebut Program MBG-KDMP Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sedang Trending 43 menit yang lalu
Ketua MPR, Ahmad Muzani, menghadiri Sidang Tahunan DPR/MPR, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Muzani dalam pembukaan Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Muzani awalnya menyampaikan sejumlah kemajuan nan telah dicapai Indonesia selama 81 tahun merdeka. Namun, dia mengingatkan tetap terdapat persoalan nan kudu diselesaikan, terutama mengenai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Namun tetap ada anak-anak kita nan berangkat sekolah tanpa sarapan, tetap ada family nan kudu memilih antara membeli makanan alias bayar pengobatan," kata Muzani.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu argumen pentingnya penyelenggaraan Program MBG. Dia menilai program tersebut bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Dalam kerangka itulah, kita memandang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai terobosan dalam mewujudkan Generasi Emas tahun 2045," ujarnya.

"Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan, dia merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia nan sehat dan berkualitas," sambung Muzani.

Pelajar berbareng petugas SPPG Ie Masen Ulee Kareng dan pembimbing membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 11 Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Muzani mengatakan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan golongan masyarakat nan memerlukan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

"Adalah mimpi kita semua mempunyai anak-anak nan unggul dan bersaing secara kompetitif. Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan golongan nan memerlukan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," katanya.

Meski demikian, Muzani menekankan pentingnya tata kelola dalam penyelenggaraan program tersebut agar tujuan nan diharapkan dapat tercapai.

"Tugas kita berbareng adalah memastikan bahwa tujuan nan baik itu dilaksanakan dengan tata kelola nan baik, tepat sasaran, dan akuntabel," tegasnya.

Selain MBG, Muzani menyoroti peran Koperasi Desa Merah Putih alias Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Dia mengatakan koperasi sejalan dengan petunjuk konstitusi nan menempatkan perekonomian sebagai upaya berbareng berasas asas kekeluargaan.

"Koperasi merupakan salah satu sarana untuk menghadirkan kerakyatan dalam kehidupan ekonomi," ujar Muzani.

Presiden Prabowo Subianto meninjau Koperasi Desa Merah Putih, Kabupaten Nganjuk, (16/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Menurutnya, koperasi nan dikelola secara sehat dan ahli dapat memperkuat posisi tawar petani, membuka akses pasar bagi nelayan, serta membantu pelaku upaya mikro mengembangkan usahanya.

"Melalui koperasi nan dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasarnya, pelaku upaya mikro dapat berkembang, pengedaran kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," katanya.

Muzani menegaskan koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai badan usaha, tetapi sebagai instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

"Koperasi bukan sekadar badan usaha, koperasi adalah semangat untuk maju bersama," ucapnya.

Karena itu, dia menilai keberhasilan KDMP kudu diukur dari akibat nyata terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

"Keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat," pungkas Muzani.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan