Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Pers mengatakan lima wartawan nan lenyap saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau merupakan pahlawan pers.
Dewan Pers menyatakan peristiwa hilangnya lima wartawan menjadi pengingat pentingnya koordinasi dengan pemerintah dan petugas setempat saat bekerja di wilayah nan berbahaya.
Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat mengatakan lima wartawan tersebut merupakan para pahlawan di bumi pers lantaran mereka berupaya menyajikan foto-foto terbaik untuk publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya kita itu menikmati potret gambar, tapi kadang melupakan gimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya. Nah, ketika ini terjadi musibah, kita baru tersadar sungguh mahalnya, beratnya untuk mencari, mendapatkan gambar terbaik," kata Komarudin usai angan berbareng untuk wartawan nan lenyap di Jakarta, Senin (21/9).
Dia menyebut peristiwa ini mengingatkan bagi media nan mau mengadakan suatu liputan di daerah-daerah berbahaya, hendaknya berkoordinasi dengan petugas setempat.
"Dan kedua, juga pihak ketua hendaknya melepas memperhatikan betul. Sebab jika ada musibah seperti ini tentunya kawan-kawan perusahaan, pimpinannya, hendaknya memberikan perhatian spesial pada family nan ditinggal," katanya.
Dalam kesempatan itu dia mengapresiasi seluruh pihak mengenai nan terus berupaya untuk mencari kelima wartawan itu.
"Dewan Pers memberikan perhatian, belasungkawa kepada family nan ditinggalkan. Kami mengadakan aktivitas angan bersama, sambutan, refleksi dari kawan-kawan. Tentu angan kami semoga mereka kembali," katanya.
Dalam kesempatan nan sama Ketua Pewarta Foto Indonesia Dwi Pambudo mengatakan pihaknya merasakan duka nan mendalam atas hilangnya lima wartawan dan tiga awak kapal.
"Jadi saat ini pewarta foto Indonesia tetap kuat, tetap berasosiasi dengan masyarakat melakukan pencarian mandiri," katanya.
Dia menyebut dedikasi para pewarta nan lenyap saat meliput merupakan corak perjuangan untuk bangsa sesuai Undang-Undang (UU). Karya-karya para pewarta tersebut menjadi ujung tombak nan mengungkap kebenaran dan peristiwa terkini. Dwi berambisi ke depannya kejadian seperti ini tidak terjadi kembali.
"Harapannya teman-teman bisa kembali berbareng family dan karya-karya teman-teman bisa abadi," katanya.
(antara/gil)
12 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·